LIDIKNEWS.COM | JAKARTA – Enam kepala daerah dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan audiensi dengan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, di Kantor Pusat PT ASDP, Jakarta, Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada percepatan pengoperasian layanan kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) yang akan menghubungkan sejumlah wilayah strategis di NTT dengan Surabaya.
Delegasi dipimpin oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Bupati Malaka, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Bupati Belu, Wakil Bupati Alor, serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT. Kehadiran mereka merupakan tindak lanjut dari hasil investigasi dan kajian teknis yang telah dilakukan PT ASDP terhadap kesiapan enam pelabuhan di NTT untuk dilayani kapal Ro-Ro.
Dalam pertemuan tersebut, para kepala daerah menegaskan pentingnya kepastian pengoperasian rute baru sebagai upaya memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan di NTT.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, memaparkan bahwa potensi arus logistik dua arah antara Surabaya dan NTT sangat besar. Dari Surabaya menuju NTT, distribusi komoditas pokok seperti beras, gula, minyak goreng, bahan bangunan, bahan bakar minyak (BBM), pupuk, hingga pakan ternak menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat dan berkontribusi besar terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Sebaliknya, dari NTT menuju Surabaya tersedia potensi muatan berupa sapi, rumput laut, hasil perikanan, garam, serta berbagai komoditas unggulan lainnya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Data Pemerintah Kabupaten Lembata menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025 sebanyak 192 kontainer dengan total muatan sekitar 2.445,4 ton telah dikirim melalui layanan Tol Laut. Angka tersebut dinilai menjadi indikator tingginya kebutuhan terhadap jalur pelayaran yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Salah satu usulan utama yang disampaikan dalam audiensi tersebut adalah pembukaan rute Surabaya–Lembata–Atapupu (Belu). Rute ini dinilai memiliki prospek yang sangat strategis karena belum memiliki kompetitor, berada dekat dengan perbatasan Timor Leste, serta memungkinkan distribusi barang berlangsung lebih cepat tanpa harus transit di Kupang, Maumere, maupun Ende.
Menurut Bupati Kanisius Tuaq, kehadiran kapal Ro-Ro akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, mulai dari penurunan biaya distribusi, meningkatnya daya saing produk daerah, hingga terbukanya akses perdagangan yang lebih luas bagi pelaku usaha di NTT.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, PT ASDP Indonesia Ferry, serta pelaku usaha dapat segera diwujudkan sehingga layanan kapal Ro-Ro dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Percepatan konektivitas laut merupakan salah satu kunci pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan. Dengan hadirnya layanan Ro-Ro, distribusi barang diharapkan menjadi lebih cepat, biaya logistik semakin efisien, dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Bupati Kanisius.
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem transportasi laut nasional sekaligus mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan konektivitas dan menurunkan disparitas harga di kawasan Indonesia Timur.***


















