
LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lembata tak hanya menjadi tempat hunian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) namun mereka juga diberikan pembelajaran serta pengembangan karakter diri dan ilmu yang mempuni. Tak hanya itu, warga binaan bersama Lembaga Pemasyarakatan kelas III Lembata turut memberikan kreasi kerajinan tangan dalam kegiatan Festival Lamaholot NTT dalam Kharisma Event Nasional tahun 2025.

Meski demikian upaya dan usaha dari warga binaan bersama paguyuban ibu ibu Pemasyarakatan (PIPAS) cabang lapas kelas III Lembata menjadi bernilai, sebab, ada usaha kerajinan tangan membantu pundi perekonomian bagi warga binaan.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas III Lembata, Antonius Semuki mengurai, dalam kegiatan Festival Lamaholot NTT yang berlangsung di pantai wisata Wulen Luo saat itu, pihaknya mendapatkan apresiasi dan kunjungan dari pengunjung Festival Lamaholot NTT.

“Kerja kolaboratif dari PIPAS sangat membantu kegiatan pameran Lapas kelas III Lembata dan warga binaan. Adapun kerajinan tangan yang di suguhkan adalah gantungan kunci, makanan ringan dari bahan pangan lokal seperti jagung dan umbi umbi-umbian. Hasilnya sangat baik saat di pajang dalam stand UMKM Lapas kelas III Lembata di Festival Lamaholot NTT 2025,” terang Kalapas Semuki.

Lanjut Kalapas Antonius Semuki, pagelaran Festival Lamaholot NTT dalam Kharisma Event Nasional menjadi pemantik untuk mempromosikan budaya serta kekayaan yang dimiliki alam semesta tanah Lepan Batan.

Lebih jauh, putra asli Lembata dari tanah serang gorang dalam pantauan media terus mendorong kegiatan Pemasyarakatan serta interaksi sosial penuh bagi pengembangan warga binaan. Upaya membentuk iklim kewirausahaan bagi warga binaan untuk mendapatkan pelbagai ilmu yang menjadi dasar besar dan menjadi bekal hidup bagi warga binaan terus di kembangkan dengan baik.

Ia, mengharapkan kepada seluruh elemen-elemen pemerintah dan Lembaga adat di tanah sembur paus menjadi sejarah penting dari berdirinya Kabupaten Lembata dengan terus melakukan kerjasama dalam nuansa “Taan Tou” membangun Lewotanah dari aspek budaya yang bernilai.

Salah satu pengunjung stand Lapas kelas III Lembata memberikan apresiasi terhadap hasil karya dari warga binaan bersama IPAS cabang Lapas kelas III Lembata.
“Produk yang kami beli sangat berkelas sudah masuk dan berdaya saing dengan wilayah lain di luar Kabupaten Lembata, ” tutupnya. ***(timred)




















