LIDIK NEWS. COM | SUMBA TENGAH – Terjaring Ratusan Pelajar dan Pendidkan Anak Usia Dini (PAUD) di Sumba Tengah dilarikan ke rumah sakit diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (1/5/2026)
Kejadian ini sontak membangunkan para orangtua siswa siswi sebab lebih dari ratusan anak dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Watumetung di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, dilarikan ke puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah Waibakul Sumba Tengah pada Kamis (30/4/2026).
Juliani Warata salah satu tokoh perempuan Desa Tanamodu Kecamatan Katikutana Selatan Kabupaten Sumba Tengah kepada Lidik News. Com, mengatakan Para pelajar ditemukan sakit perut dengan rasa mual, diare, serta muntah.
Menurut Juliani, Kondisi ini sering ditemukan pada kasus keracunan makanan, terutama yang disebabkan oleh kontaminasi bakteri atau toksin tertentu.
Ia mengurai, pasca kejadian ini menggegerkan warga masyarakat Sumba Tengah. Para orangtua menuntut kinerja dapur MBG yang seakan membuat kegaduhan bagi para pelajar dan para orangtua wali murid.
Heldigar Rambu Kaita, salah satu keluarga yang mengaku bahwa anak PAUD Watumetung, Gilbert Jonas Umbu (4) diduga mengalami keracunan MBG setelah di diagnosa oleh dokter Rumah Sakit Umum Daerah Wainakul Sumba Tengah ternyata terinfeksi hati karena muntah dan mencret.

“Ini anak saudara kandungnya, masih di RSUD Waibakul Sumba Tengah, untuk sementara di infus dan penanganan oleh Tim medis,” ujarnya.
Untuk sementara, dikatakan Juliani bahwa hasil lab MBG telah di kirim ke Kupang Ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut hasil pemeriksaan dokter bahwa dadanya sakit karena dugaan keracunan MBG itu menerus ke lambung pasien.
Senada, Aurora Putri Rambu Sedu Tegi (9) salah satu siswi Sekolah Dasar Masehi (SDM) Mambitul Desa Tanamodu Kecamatan Katikutana Selatan Kabupaten Sumba Tengah mengisahkan setelah menerima makanan tersebut langsung dimakan akan tetapi setelah kembali ke rumah Aurora mengalami sakit perut dan muntah diduga akibat mengkonsumsi makanan MBG tersebut.
“Iya, saya makan itu pas jam rehat pertama dan saya pulang kerumah perut saya sakit, setelah informasi dr, kami diduga keracunan MBG, ” terang Aurora.
Harapan kami sebagai orangtua bahwa dapur SPPG Tanamodu di Desa Tanah Modu Kecamatan Katikutana Selatan Kabupaten Sumba Tengah agar segera di tutup secara permanen.
“Yayasan yang menerima dapur MBG itu di segera di bekukan karena menimbulkan keresahan bagi para orangtua wali murid, ” tegas Juliani.
Juliani memberikan apresiasi mendalam kepada Bupati Sumba Tengah dan Jajarannya yang telah cepat merespon kejadian ini sehingga pertolongan kepada anak-anak dapat di layani dengan baik. ***(tim)


















