LEMBATA, LIDIK NEWS.COM — Pemerintah Kabupaten Lembata mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lembata memperkuat peran keagamaan dan kepedulian sosial dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat, terutama ancaman terhadap kehidupan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Lembata dalam sambutannya pada kegiatan pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Lembata Masa Khidmat 2025–2030 sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda).
Bupati menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus MUI yang telah resmi dilantik. Menurutnya, pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan momentum untuk meneguhkan amanah, memperkuat komitmen, dan meningkatkan tanggung jawab dalam pelayanan umat.
Ia menegaskan, MUI memiliki kedudukan dan peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi wadah berhimpunnya para ulama dan cendekiawan Muslim, MUI juga memiliki tanggung jawab moral dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkeadaban.
Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, kehadiran ulama sangat dibutuhkan sebagai sumber pencerahan, penyejuk di tengah perbedaan, sekaligus pemberi tuntunan moral dan spiritual bagi umat.
MUI Diminta Responsif terhadap Persoalan Sosial
Bupati juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya Rapat Kerja Daerah MUI Kabupaten Lembata. Ia berharap forum tersebut tidak hanya menjadi ruang penyusunan program organisasi, tetapi juga mampu melahirkan langkah-langkah strategis untuk menjawab berbagai persoalan umat dan tantangan pembangunan daerah.
Menurutnya, MUI perlu terus memperkuat peran agar semakin hadir dan responsif terhadap persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat saat ini sedang menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari HIV/AIDS, kerentanan keluarga, pergaulan bebas, kehamilan di luar nikah, penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perjudian online, penyebaran berita bohong atau hoaks, tekanan ekonomi, hingga persoalan kesehatan mental.
Berbagai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius serta kerja sama seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial.
Soroti Fenomena Bunuh Diri di Kalangan Remaja
Salah satu pesan paling penting dalam sambutan tersebut adalah ajakan Bupati untuk memberikan perhatian serius terhadap fenomena bunuh diri di kalangan remaja.
Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak boleh dipandang semata-mata sebagai masalah individu atau keluarga tertentu. Sebaliknya, fenomena ini harus menjadi keprihatinan bersama sekaligus panggilan kemanusiaan bagi seluruh elemen masyarakat.
Ketika seorang anak atau remaja kehilangan harapan dan merasa tidak memiliki jalan keluar dari persoalan hidupnya, menurut Bupati, kondisi tersebut harus menjadi bahan introspeksi bersama.
Ada tanggung jawab sosial yang harus dibangun untuk memastikan setiap anak mendapatkan perhatian, perlindungan, kasih sayang, serta ruang yang aman untuk menyampaikan persoalan yang sedang dihadapinya.
Bupati mengajak seluruh pihak untuk merefleksikan kembali peran keluarga dan lingkungan sosial.
Apakah keluarga sudah menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk bercerita? Apakah masyarakat cukup peka terhadap perubahan perilaku dan kondisi psikologis generasi muda?
Demikian pula, apakah lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, dan pemerintah sudah menjalankan peran secara optimal dalam memberikan pendampingan kepada generasi muda?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama agar persoalan kesehatan mental dan kerentanan generasi muda tidak semakin diabaikan.
Bangun Kepedulian dari Masjid dan Keluarga
Pada bagian akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh pengurus MUI dan elemen masyarakat menjadikan momentum pelantikan dan Rakerda sebagai titik awal memperkuat komitmen serta menghadirkan kerja nyata bagi umat dan masyarakat Lembata.
Ia mengajak semua pihak bergandengan tangan untuk memberikan perhatian kepada keluarga, anak-anak, remaja, dan generasi muda yang sedang menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Bupati berharap tidak ada keluarga yang merasa sendirian menghadapi masalah, tidak ada anak yang kehilangan harapan, serta tidak ada warga masyarakat yang merasa ditinggalkan dalam kehidupan sosial.
Menurutnya, pembangunan kehidupan masyarakat tidak hanya bertumpu pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan fondasi iman, akhlak, kasih sayang, persaudaraan, dan kepedulian antarsesama.
” Dari masjid kita bangun iman, akhlak dan persaudaraan, dari keluarga kita tanamkan kasih sayang, dari dakwah kita tumbuhkan harapan, dan dari kebersamaan kita wujudkan masa depan Lembata yang lebih baik,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar MUI Kabupaten Lembata tidak hanya berperan dalam pembinaan kehidupan keagamaan, tetapi juga tampil sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang lebih sehat, harmonis, dan berkeadaban.***



















