LEMBATA, LIDIK NEWS.COM — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan menggelar pelantikan pengurus masa khidmat 2025–2030 sekaligus Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada 7–8 November 2026, bertempat di An-Nisa Beach Hotel, Lewoleba.
Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Khidmat Ulama, Memperkuat Sinergi, Mewujudkan Kemaslahatan Umat” ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meneguhkan komitmen kepengurusan, serta merumuskan arah kebijakan dan program kerja MUI Kabupaten Lembata selama masa khidmat 2025–2030.
Rakerda tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum musyawarah strategis untuk mengevaluasi kelembagaan, menyusun program prioritas, serta merumuskan rekomendasi terhadap berbagai persoalan keagamaan dan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Lembata.
Ketua Umum MUI Kabupaten Lembata, H. Muhammad Mahmud, Lc., dalam sambutannya menegaskan bahwa MUI memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan dua peran utama, yakni sebagai Khadimul Ummah (pelayan umat) dan Shadiqul Hukumah (mitra pemerintah).
Melalui kedua peran tersebut, MUI diharapkan mampu menjadi pengayom dan pembimbing umat sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, menjaga stabilitas sosial, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta merawat keharmonisan antarumat beragama di Bumi Lepan Batan.
Dalam rangkaian kegiatan Rakerda, peserta akan mengikuti sidang pleno dan sidang komisi yang terbagi dalam tiga bidang utama, yakni Komisi Organisasi, Komisi Program Kerja, serta Komisi Rekomendasi atau Tausiyah.
Ketiga komisi tersebut akan membahas penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas dakwah dan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, kaderisasi ulama, penguatan generasi muda, hingga penyusunan rekomendasi strategis bagi pemerintah daerah.
Selain itu, Rakerda juga menghadirkan sesi Executive Briefing bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah dan instansi terkait untuk membangun sinergi program kerja MUI dengan pemerintah. Kegiatan dilanjutkan dengan dialog penutup bertema “Lembata Masa Kini dan Masa Depan”.
Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat menghasilkan keputusan organisasi dan program kerja yang konkret, terukur, realistis, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Melalui pelantikan dan Rakerda ini, MUI Kabupaten Lembata diharapkan semakin memperkuat peran ulama dalam membangun kehidupan keagamaan yang moderat, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga kerukunan, serta berkontribusi aktif dalam mewujudkan Kabupaten Lembata yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Rakerda ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah, memperkuat pengabdian, dan menghadirkan kemaslahatan nyata bagi umat dan masyarakat Kabupaten Lembata.***(oy)


















