LIDIK NEWS.COM | LEMBATA – Aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunjukkan tingkat aktivitas vulkanik yang tinggi. Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), selama periode pengamatan Kamis, 30 Juli 2026 pukul 00.00–24.00 WITA, tercatat sebanyak 99 kali letusan disertai ratusan aktivitas kegempaan vulkanik.
Dari hasil pengamatan visual, gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut tersebut tampak jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal teramati membumbung setinggi 50–100 meter di atas puncak kawah. Sementara itu, letusan menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 200–400 meter dengan warna putih hingga kelabu.
Petugas pengamatan juga melaporkan suara gemuruh lemah hingga sedang masih terdengar dari kawasan puncak, sementara lontaran material pijar masih terpantau berada di sekitar area kawah.
Selain 99 kejadian letusan, PVMBG mencatat 129 kali gempa hembusan, enam kali tremor non-harmonik, dan satu kali tremor harmonik, yang mengindikasikan aktivitas magma di bawah permukaan masih berlangsung.
Meski aktivitas vulkanik masih fluktuatif, status Gunung Ili Lewotolok hingga saat ini tetap berada pada Level II (Waspada).
PVMBG mengimbau masyarakat, wisatawan, maupun pendaki agar tidak memasuki kawasan dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava maupun awan panas yang dapat mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.
Sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik, masyarakat di sekitar gunung dianjurkan menggunakan masker, pelindung mata, serta menutup tempat penampungan air bersih guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
PVMBG juga meminta pemerintah daerah bersama masyarakat terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, serta memantau perkembangan aktivitas gunung melalui layanan resmi Badan Geologi dan aplikasi MAGMA Indonesia.
Laporan aktivitas Gunung Ili Lewotolok tersebut disusun oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Hederiktus Yorlan Lopo dan Syawaludin, A.Md., berdasarkan data resmi Kementerian ESDM melalui Badan Geologi dan PVMBG.
Editor : Roy Wahar


















