LIDIK NEWS. COM | LEWOLEBA – Awal tahun yang buruk dirasakan oleh YL siswa kelas akhir di salah satu sekolah menengah atas Lewoleba Kabupaten Lembata Provinsi NTT sebab ditemukan tergantung di sebuah pohon, 50 meter dari tempat kosnya di Lusikawak Kelurahan Lewoleba sekitar pukul 16.00 wita pada Selasa petang 3 Maret 2026.
Penemuan ini sontak menghebohkan warga sekitar yang langsung datang membantu GD mengevakuasi korban. Tubuh korban lantas dibawa ke kamar kosnya, dipindahkan ke rumah adik kandung ayahnya di Longser Kelurahan Lewoleba Barat. Selanjutnya, sekitar pukul 18.00 wita, tubuh korban dibawa ke Rumah Sakit Damian Lewoleba untuk di periksa lanjut apakah korban masih bisa di selamatkan atau tidak.
Terkait informasi yang beredar bahwa saat ditemukan korban masih dalam keadaan tak bernyawa, namun pihak Kepolisian Resort Lembata menyatakan sebaliknya.
Menurut Pejabat Sementara (Ps) Kepala Seksi Humas Polres Lembata, Iptu Ona Pattpelohy , penyidik saat di TKP dan di tempat Kost korban menemukan korban sudah tak bernyawa.
” Terkait kondisi korban, saat tim tiba di TKP, dari ciri fisik diketahui memang sudah tak bernyawa. Hal yang sama juga dijelaskan tim medis rumah sakit yang memeriksa kondisi korban, “ujar Iptu Ona.
Penyidik Polres Lembata saat ini masih melakukan pendalaman dan belum bisa menyimpulkan motif tindakan korban mengakhiri hidupnya lantaran tubuh korban sudah diturunkan dan simpul tali sudah dilepas.
” Waktu penyidik ke TKP, tubuh korban sudah diturunkan dan dibawa ke kosnya. Ada barang bukti tali yang ada bekas jeratan tapi simpulnya sudah dilepas. Kami sempat sarankan keluarga untuk langsung bawa korban ke rumah sakit namun dari kos, keluarga masih membawa tubuh korban ke rumah adik dari bapaknya. ” terang Iptu Ona.
Polisi telah memeriksa 5 saksi antara lain dua teman sekolah korban, satu masyarakat di sekitar TKP, pemilik kos dan PG, adik kandung ayah korban.
Dari keterangan saksi, polisi belum bisa menyimpulkan motif korban mengakhiri hidupnya. Bahkan tidak ada foto saat tubuh korban tergantung karena saat didatangi warga, tubuh korban sudah diturunkan oleh ayah kandung korban, orang yang pertama menemukan korban.
” Kami mohon kesabaran masyarakat soal kejelasan kasus ini termasuk motifnya karena harus dengar dari ayah korban. Kita bersabar, hormati karena masih kedukaan, ” pungkas Iptu Ona.
Kasus yang menimpa YL, jadi yang pertama di tahun 2026 kategori kasus mengakhiri hidupnya. Polisi masih butuh banyak informasi dan petunjuk.
” Kami harapkan dukungan masyarakat dan rekan jurnalis, jika ada informasi terkait kasus ini, bisa membantu kami di kepolisian, ” ujar Iptu Ona. ***EA




















