LIDIK NEWS. COM | JAKARTA – Sejak dilantik menjadi Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake mendapatkan kado istimewa jenazah PMI dari Malaysia yang meninggal di Medan dan akan tiba bersamaan dengan Penjabat Gubernur di Kupang.
Kado peti jenazah yang ke 101 untuk Penjabat Gubernur NTT dan semoga bisa mampir di Pelayanan Kargo El Tari untuk menerima jenazah PMI asal Malaka bersama Keluarga. Kami dari Lembaga PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) yang tergabung dalam jaringan Zero Human Trfficking Networking (ZHTN) dengan rendahhati menyampaikan pesan penting atasi Human Trafficking NTT yang masuk kategori Darurat Human Trafficking kepada Ama Ayodhia Kalake sebagai Penjabat Gubernur NTT selama setahun untuk program prioritas emergenci yakni ;
Pertama,memperkuat Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO.
Kedua,melakukan kampanye GEMA HATI MIA (Gerakan Masyarakat Anti Human Trafficking dan Migrasi Aman).
Ketiga,optimalisasi Balai Latihan Kerja (BLK) dan Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk Calon Pekerja Migran Indonesia asal NTT.
Keempat,mengawal pendirian RUMAH ASA FLOBAMORA(pendampingan Psikologis Korban TPPO,pelayanan Rohani, pelayanan Kesehatan, pendampingan program Integrasi dan Reintegrasi serta Pendampingan Hukum mulai dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan).
Kelima,Bank Data Pekerja Migran Indonesia dan pendampingan Pekerja Migran Indonesia asal NTT mulai Pra penempatan, Penempatan.dan Purna Penempatan.
Keenam,mendukung dan mengawal Advokasi Kebijakan Publik Pencegahan dan Penanganan Human Trafficking melalui Perda,PerGub/PerBup/Perwalkot dan PerDes di Provinsi dan 22 Kabupaten/Kota.di NTT.
Penulis : Gabriel Goa,Ketua Dewan Pembina PADMA INDONESIA
Editor : Roy




















