LIDIKNEWS.COM | LEWOLEBA – Ketersediaan gas elpiji ukuran 12 kilogram di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan.
Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang setiap hari melayani kebutuhan konsumsi masyarakat penerima manfaat.
Salah seorang karyawan Dapur MBG 02 Nubatukan yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa selain terjadi kenaikan harga, persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah sulitnya memperoleh pasokan gas elpiji dari sejumlah toko dan pemasok di Kota Lewoleba.
Menurutnya, pada November 2025 harga gas elpiji 12 kilogram masih berada di kisaran Rp290 ribu per tabung. Namun dalam beberapa waktu terakhir harga tersebut dilaporkan meningkat hingga mencapai sekitar Rp400 ribu per tabung.
“Kami sebenarnya tidak terlalu mempersoalkan kenaikan harga. Yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan stok di tingkat pemasok dan toko-toko di Lewoleba. Ketika stok terbatas, aktivitas dapur tentu berpotensi terganggu,” ujarnya kepada Lidik News.Com.
Ia menjelaskan, gas elpiji merupakan kebutuhan penting dalam menunjang operasional Dapur MBG, terutama untuk proses memasak makanan yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat program tersebut.
Karena itu, pihaknya berharap distribusi dan ketersediaan gas elpiji di wilayah Kabupaten Lembata dapat berjalan lebih lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan yang berlarut-larut.
“Kami berharap para distributor maupun pemasok dapat memastikan ketersediaan stok sehingga pelayanan dapur tetap berjalan normal dan masyarakat yang menerima manfaat program MBG tidak terdampak,” katanya.
Selain itu, ia juga berharap instansi terkait dapat melakukan pemantauan terhadap distribusi gas elpiji di daerah agar pasokan tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat maupun lembaga pelayanan publik dapat terpenuhi dengan baik.
Ketersediaan energi, khususnya gas elpiji, dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung berbagai aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.
Oleh karena itu, koordinasi antara distributor, agen, pengecer, serta pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat rantai pasok sehingga kebutuhan konsumen di Kabupaten Lembata tetap terlayani secara optimal.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak distributor maupun instansi terkait mengenai penyebab terbatasnya pasokan gas elpiji 12 kilogram di wilayah Lewoleba.***
(Tim Redaksi Lidik News)


















