LIDIK NEWS. COM | LEMBATA, NTT — Jembatan Perintis Garuda di Desa Lodotodokowa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), resmi diresmikan pada Kamis (13/8/2026). Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari karya bakti TNI-AD sekaligus bentuk nyata kehadiran negara dalam membuka akses masyarakat di wilayah pelosok.
Peresmian berlangsung sekitar pukul 11.20 WITA dan dilakukan langsung oleh Komandan Kodim 1624/Flores Timur, Letkol Inf. Erly Merlian, S.I.P., didampingi Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, S.P.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pabung Kodim 1624/Flores Timur Kapten Inf. Paulus Kedang, Kabag SDM Polres Lembata, Camat Nubatukan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lembata, anggota DPRD Kabupaten Lembata Dapil I, Danramil 1624-03/Lembata Kapten Inf. Ahmad Setiaji, Danramil 1624-07/Balauring Peltu Michael Dasion, Pasiter Kodim 1624/Flores Timur Kapten Inf. Ismail Ratuloli, jajaran Koramil 1624-03/Lembata, aparat desa, anggota Pospol Lebatukan, Linmas, insan pers serta masyarakat Desa Lodotodokowa.
Dalam sambutannya, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok.
“Atas perhatian kepada kami masyarakat yang berada di pelosok-pelosok desa melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini, kami menyampaikan salam hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Bupati.
Bupati juga mengapresiasi jajaran Kodim 1624/Flores Timur bersama masyarakat Desa Lototodokoa yang telah bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan.
Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bukti nyata kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan dasar berupa akses transportasi dan konektivitas antarwilayah.
Bupati mengungkapkan pembangunan jembatan dilaksanakan melalui kerja bersama selama kurang lebih tiga bulan. Ia berharap semangat pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok terus dilanjutkan, terutama terhadap sejumlah akses yang hingga kini masih mengalami kendala.
“Kami berharap ke depan daerah-daerah pelosok di Kabupaten Lembata yang belum bisa diakses maupun jembatan yang terputus dapat segera diperbaiki,” katanya.
Ia juga menyinggung kondisi Jembatan Pabokol yang hingga kini masih mengalami kerusakan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi kendala bagi masyarakat, khususnya ketika musim penghujan tiba.
Sementara itu, Komandan Kodim 1624/Flores Timur Letkol Inf. Erly Merlian mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat melalui kegiatan karya bakti.
Ia menjelaskan, Kodim 1624/Flores Timur memiliki wilayah kerja yang mencakup dua kabupaten, yakni Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Lembata.
“Selama ini komunikasi dengan Bapak Bupati lebih banyak dilakukan melalui telepon. Hari ini kita bisa bertemu dan bertatap muka langsung dalam acara peresmian jembatan ini,” ujar Dandim.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut tidak hanya mengandalkan tenaga personel TNI, tetapi juga mendapat dukungan kuat dari masyarakat Desa Lodotodokowa.
Dandim mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang bersama-sama membantu percepatan pembangunan infrastruktur tersebut.
“Dalam waktu yang begitu singkat, sekitar satu setengah bulan, masyarakat mampu bersama-sama menyelesaikan tiga jembatan sekaligus. Kami sangat mengapresiasi kerja keras masyarakat Desa Lototodokoa,” katanya.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, bahkan hingga generasi berikutnya.
“Jaga dan rawat infrastruktur ini agar dapat digunakan sampai anak cucu kita ke depannya,” pesannya.
Rangkaian kegiatan peresmian kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, foto bersama, penyerahan bantuan paket sembako, doa penutup dan santap siang bersama.
Kegiatan yang mengusung semangat “Negara Hadir untuk Rakyat” tersebut juga menjadi bagian dari Launching 2.500 Titik Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 12.50 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan lancar.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur penghubung, tetapi juga membuka akses mobilitas masyarakat, memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi, serta memperkuat konektivitas warga di wilayah pelosok Kabupaten Lembata.***
Editor : Roy Wahar


















