LIDIK NEWS. COM | FLORES, 20 Mei 2026 – Kehadiran pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) di Flores mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Selain memperkuat keandalan pasokan listrik, pengembangan geothermal juga mendorong tumbuhnya peluang ekonomi, pemberdayaan masyarakat, hingga pemanfaatan lahan tidur menjadi lebih produktif.
Di wilayah PLTP Ulumbu, Poco Leok, Kabupaten Manggarai, potensi alam yang sebelumnya belum tergarap optimal perlahan berkembang melalui pembentukan kelompok tani program budidaya hortikultura yang dijalankan PT PLN (Persero) UIP Nusra.
Pendamping program budidaya hortikultura Poco Leok, Sulastri Novamot, menjelaskan bahwa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), kelompok tani setempat mendapatkan pendampingan untuk mengelola lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya program ini, masyarakat mulai mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif yang dapat menghasilkan tambahan pendapatan. Sebelumnya masyarakat hanya mengandalkan tanaman tahunan,” jelasnya.
Tak hanya di Manggarai, manfaat kehadiran geothermal juga dirasakan masyarakat di wilayah Mataloko, Kabupaten Ngada. Katharina Fono, warga Daratei Mataloko, mengaku kehidupan keluarganya mulai berubah sejak pengembangan panas bumi hadir di daerahnya.
“Dulu hidup kami sangat susah. Saya tinggal di pondok sederhana. Tetapi setelah geothermal masuk, saya mendapat pekerjaan dan anak saya juga bisa bekerja. Sekarang kami bisa memperbaiki kehidupan,” ungkap Katharina.
Menurutnya, berbagai isu negatif yang berkembang selama proses pembangunan PLTP Mataloko tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah proyek.
“Kami yang tinggal di sini merasakan langsung manfaatnya. Warung-warung masyarakat juga semakin ramai karena aktivitas ekonomi bertambah,” katanya.
Cerita serupa disampaikan Emilia Wawo, warga Daratei Mataloko, yang telah menyaksikan perkembangan geothermal di daerahnya sejak proses survei dilakukan puluhan tahun lalu.
“Dulu kami heran melihat orang datang survei ke tempat-tempat keluarnya lumpur panas. Sekarang kami paham bahwa daerah kami memiliki potensi besar untuk menghasilkan listrik,” ujar Emilia.
Ia menilai masyarakat kini mulai memahami bahwa geothermal merupakan energi ramah lingkungan karena memanfaatkan uap panas bumi sebagai sumber energi.
“Kami sudah mendapat banyak penjelasan dari PLN. Yang dimanfaatkan adalah uap panasnya, sehingga masyarakat di sini tetap hidup berdampingan dengan alam seperti biasa,” tambahnya.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan pengembangan geothermal tidak hanya berfokus pada penyediaan energi bersih, tetapi juga memastikan pembangunan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“PLN terus mendorong berbagai program sosial dan ekonomi agar masyarakat di sekitar proyek ikut tumbuh dan merasakan manfaat pembangunan,” ujar Rizki.
Ia menambahkan, pendekatan dialog, pendampingan masyarakat, dan pengembangan potensi lokal akan terus diperkuat agar pengembangan energi baru terbarukan di Flores dapat menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung kemandirian energi di masa depan.
Narahubung:
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara
Bruly Victor Tarigan
(0370) 621732


















