LIDIK NEWS.COM | LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata menyatakan dukungan penuh terhadap rencana ekspansi pertanian jagung hibrida yang digagas Lembaga Kajian dan Advokasi Rakyat Indonesia (LKARI). Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dalam pertemuan bersama jajaran LKARI di ruang kerjanya, Selasa (26/5/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Yohanes Berchmans Daniel Dai serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Sementara dari pihak LKARI hadir Direktur LKARI, dr. Novi, bersama tim.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis dalam pengembangan sektor pertanian berbasis jagung hibrida guna mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Bupati Kanis Tuaq menegaskan, program yang dibawa LKARI dinilai sangat selaras dengan visi pembangunan daerah melalui program unggulan Nelayan, Tani, dan Ternak (NTT), yang menjadi fokus pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis potensi lokal.
“Kami melihat potensi yang sangat besar dan program ini sangat relevan dengan apa yang sedang kami perjuangkan untuk kemajuan Lembata. Oleh karena itu, kami mendukung penuh langkah LKARI masuk dan berkontribusi di daerah ini,” ujar Bupati.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kabupaten Lembata menyiapkan lahan seluas sekitar 10 hektar di wilayah Weipae untuk tiga kali masa tanam serta 5 hektar di wilayah Bean untuk satu kali masa tanam. Lahan tersebut dinilai memiliki tingkat kesuburan yang baik untuk pengembangan komoditas jagung industri.
Tak hanya itu, pemerintah daerah juga menetapkan target percepatan realisasi program. Bupati menegaskan bahwa proses ekspansi dan penanaman harus mulai berjalan pada periode Juni hingga Juli 2026.
“Kita sepakati, ekspansi dan penanaman harus sudah mulai dilaksanakan pada periode Juni–Juli 2026,” tegasnya.
Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan teknis di lapangan, mulai dari penyediaan bibit awal hingga pendampingan oleh tenaga penyuluh pertanian.
Di sisi lain, Pemkab Lembata saat ini tengah mempersiapkan lahan klaster Botani seluas kurang lebih 200 hektar untuk musim tanam tahun ini. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Lembata.
Sementara itu, Direktur LKARI, dr. Novi, menjelaskan bahwa program pengembangan jagung industri merupakan bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat guna mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran melalui pemanfaatan lahan tidur.
“Melalui gerakan ‘Taman Jagung Panen Ternak dan Lawan Kemiskinan’, kami ingin mengubah lahan tidur menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurut dr. Novi, LKARI sebelumnya telah menjalankan program serupa di Kabupaten Flores Timur, khususnya di wilayah Tanjung Bunga dan Adonara. Berdasarkan pengalaman tersebut, Lembata dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan jagung industri secara berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, Bupati Lembata telah menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk segera menyusun naskah perjanjian kerja sama (MoU) yang akan memuat poin-poin teknis dan mekanisme pelaksanaan program.
Pemerintah daerah juga menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap keseriusan pelaksanaan program agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kerja sama ini dapat berjalan saling menguntungkan dan membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat Lembata,” tutup dr. Novi.
(Prokompimkablembata)


















