LIDIK NEWS.COM | LEWOLEBA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lembata kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program berbagi kasih yang dilaksanakan di delapan masjid di wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Baznas Lembata, H. Nurdin Halamahi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya kaum dhuafa yang telah direkomendasikan oleh pengurus masjid setempat.
Delapan masjid yang menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut meliputi Masjid Babul Jannah Amakaka, Masjid Baburrahman Tanjung Batu, Masjid Babussalam Waowala, Masjid Nur Hasanah Waijarang, Masjid Nurul Ikhwan Pasar Pada, Masjid Agung Al Ikhlas Lewoleba, Masjid Al Arif Kampung Labala, dan Masjid Al Muqarrabin Leworaja Wulandoni.
“Dalam kegiatan ini, masing-masing masjid mendapatkan alokasi 10 paket sembako untuk disalurkan kepada kaum dhuafa. Dengan demikian total bantuan yang disalurkan mencapai 80 paket sembako,” ujar H. Nurdin Halamahi.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan di Masjid Agung Al Ikhlas Lewoleba diberikan kepada 10 penerima manfaat yang tergolong kaum dhuafa. Program tersebut merupakan bagian dari upaya Baznas untuk memastikan dana zakat yang dihimpun dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Namun demikian, H. Nurdin mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui Baznas Lembata masih perlu ditingkatkan. Sepanjang tahun 2026, Baznas Lembata baru berhasil menghimpun dana sekitar Rp22 juta.
Menurutnya, salah satu kontributor terbesar dalam penghimpunan zakat tersebut berasal dari jamaah Masjid Agung Al Ikhlas Lewoleba, yang dinilai aktif mendukung program-program Baznas.
“Kami berharap semakin banyak masjid dan masyarakat di Kabupaten Lembata yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh umat,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Masjid Agung Al Ikhlas Lewoleba, H. Latif Paokuma, mengapresiasi langkah Baznas Lembata yang dinilainya sebagai program positif dan perlu dipertahankan secara berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan. Dari sekian banyak masjid yang ada di Lembata, partisipasi terhadap Baznas masih perlu diperkuat. Program ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi masjid lainnya untuk bersama-sama mendukung kepentingan umat,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Pengurus Baznas Lembata, H. Mansyur Purab, menjelaskan bahwa Baznas periode saat ini menjalankan berbagai program yang mencakup bidang pendidikan, dakwah, dan kesejahteraan sosial.
Menurutnya, pembagian paket sembako yang dilaksanakan saat ini merupakan bagian dari program kesejahteraan yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu.
“Penerima bantuan merupakan kaum dhuafa yang direkomendasikan oleh pengurus masjid. Kami juga menyadari masih perlunya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas,” ungkapnya.
Salah seorang penerima bantuan, Usman Husen, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan Baznas Lembata.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakatnya melalui Baznas agar lebih banyak lagi warga yang membutuhkan dapat terbantu,” tuturnya.
Peran dan Tugas Baznas di Daerah
Baznas merupakan lembaga pemerintah nonstruktural yang memiliki tugas menghimpun dan mengelola zakat, infak, serta sedekah dari masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
Di tingkat kabupaten dan kota, Baznas memiliki beberapa fungsi utama, antara lain:
Menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat, aparatur sipil negara, pelaku usaha, dan umat Islam yang telah memenuhi kewajiban berzakat.
Menyalurkan bantuan kepada mustahik atau golongan yang berhak menerima zakat, seperti fakir, miskin, kaum dhuafa, mualaf, dan kelompok rentan lainnya.
Meningkatkan kesejahteraan umat melalui program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah.
Membangun transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat sehingga dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Mendorong kesadaran berzakat melalui sosialisasi dan edukasi agar potensi zakat dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program berbagi kasih yang dilaksanakan di delapan masjid tersebut, Baznas Lembata berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial umat Islam terus tumbuh, sehingga manfaat zakat dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Kabupaten Lembata.***(LN)


















