LEMBATA, LIDIK NEWS.COM — Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lembata masa khidmat 2025 – 2030 mendorong Pemerintah Kabupaten Lembata terus meningkatkan penguatan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu sektor strategis dalam meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi nelayan, pembudidaya ikan, serta pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.
Kepala Dinas Perikanan Hadi Umar menjelaskan, intervensi pemerintah daerah terhadap sektor perikanan telah dilakukan sejak tahun pertama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lembata. Meskipun dukungan anggaran masih terbatas, berbagai program bantuan telah diarahkan langsung kepada kelompok masyarakat yang bergerak di sektor kelautan dan perikanan.
Bantuan tersebut antara lain berupa kapal penangkap ikan, sampan, jaring, alat tangkap, pukat cincin (purse seine), pukat multifilamen, hingga fasilitas penyimpanan ikan berupa chill freezer.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi perikanan tangkap, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Intervensi anggaran memang belum terlalu besar, tetapi prinsipnya pemerintah tetap hadir membantu nelayan, pembudidaya, serta pelaku pengolahan dan pemasaran hasil perikanan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan perhitungan sementara terhadap berbagai program bantuan dan aktivitas usaha perikanan, sektor tersebut diperkirakan telah menyerap sekitar 1.025 tenaga kerja.
Salah satu kontribusi berasal dari kelompok nelayan penerima bantuan pukat cincin. Dalam satu kelompok terdapat sekitar 10 orang anggota. Dengan dukungan kepada 20 kelompok, diperkirakan terdapat sekitar 200 tenaga kerja yang terlibat.
Selain itu, bantuan kapal berkapasitas 5 GT, pukat multifilamen, serta 10 unit chill freezer juga memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat.
Hadi Umar menegaskan, sebagian besar pekerjaan yang tercipta bersifat tidak tetap atau mengikuti musim dan ketersediaan hasil tangkapan ikan. Meski demikian, aktivitas ekonomi tersebut dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.
Ia juga mengaitkan perkembangan sektor perikanan dengan capaian penurunan angka pengangguran di Kabupaten Lembata. Menurutnya, sektor pertanian dan perikanan menjadi dua bidang yang turut memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah berkomitmen agar bantuan yang diberikan tetap tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kita sangat mendorong program kerja Bupati dan Wakil Bupati, khususnya dalam pemberdayaan nelayan dan petani. Walaupun anggaran terbatas, paket bantuan yang diberikan harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap intervensi berkelanjutan di sektor kelautan dan perikanan dapat memperkuat ekonomi masyarakat pesisir, meningkatkan produktivitas nelayan, serta memperluas kesempatan kerja.
Dengan demikian, sektor perikanan tidak hanya menjadi penopang produksi pangan, tetapi juga salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Lembata.***




















