LIDIK NEWS.COM | LEWOLEBA — Semangat kemanusiaan ditunjukkan para musisi dan aktivis kemanusiaan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dengan latar belakang profesi yang beragam, mereka berjibaku menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Flores melalui gerakan “Lembata For Bencana Flores”.
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari turun ke jalan untuk mengamen, menggalang donasi dari masyarakat, hingga menggelar konser amal sebagai puncak kegiatan.
Rangkaian penggalangan dana telah berlangsung sejak 29 Agustus hingga 10 September 2026. Para musisi dan aktivis kemanusiaan turun langsung ke sejumlah ruang publik untuk mengamen sekaligus mengajak masyarakat Lembata berpartisipasi memberikan bantuan.
Di tengah kesibukan dan profesi masing-masing, mereka menyatukan langkah untuk sebuah tujuan kemanusiaan. Musik yang selama ini menjadi ruang ekspresi kemudian dimanfaatkan sebagai medium untuk menggerakkan solidaritas masyarakat.
Antusiasme masyarakat Lembata pun terlihat dalam setiap aksi penggalangan dana. Warga dari berbagai kalangan turut menyisihkan sebagian rezeki mereka untuk membantu saudara-saudara di Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Bahkan, kepedulian tidak hanya datang dari masyarakat yang memiliki kelebihan secara ekonomi. Sejumlah warga tetap memberikan bantuan meskipun dalam kondisi keterbatasan.
Bagi para penggerak Lembata For Bencana Flores, nilai sebuah donasi tidak semata-mata diukur dari besar kecilnya nominal, tetapi dari ketulusan dan kepedulian orang yang memberikannya.
Konser Amal Jadi Puncak Penggalangan Dana
Setelah menjalani rangkaian ngamen jalanan dan pengumpulan donasi selama hampir dua pekan, aksi kemanusiaan tersebut mencapai puncaknya melalui konser amal yang digelar di Taman Kota Swalsatiten, Lewoleba, pada Sabtu, 12 September 2026.
Konser berlangsung meriah dengan keterlibatan para musisi Lembata serta dukungan masyarakat yang datang untuk menyaksikan pertunjukan sekaligus memberikan donasi.
Panggung musik pada malam tersebut tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi berubah menjadi panggung solidaritas. Lagu dan penampilan para musisi dipersembahkan sebagai bagian dari upaya menggalang kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.
Dari seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari ngamen jalanan hingga konser amal, panitia berhasil menghimpun donasi sebesar Rp61.491.999.
Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya dukungan masyarakat Lembata terhadap gerakan kemanusiaan yang digagas secara swadaya oleh para musisi dan aktivis kemanusiaan.
Bantuan Akan Disalurkan Sesuai Kebutuhan
Panitia memastikan dana yang berhasil dihimpun akan digunakan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Sebelum pendistribusian, tim akan melakukan pendataan terhadap warga terdampak, khususnya mereka yang membutuhkan bantuan dan belum mendapatkan bantuan secara memadai.
Hasil donasi selanjutnya akan disalurkan dalam bentuk barang sesuai dengan kebutuhan masyarakat penerima bantuan.
Langkah tersebut dilakukan agar donasi yang diberikan masyarakat Lembata dapat disalurkan secara tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi warga yang sedang menghadapi musibah.
Beragam Profesi Bersatu untuk Kemanusiaan
Gerakan Lembata For Bencana Flores memperlihatkan bahwa aksi kemanusiaan tidak selalu harus lahir dari lembaga besar.
Para musisi dan aktivis yang terlibat berasal dari latar belakang serta profesi yang beragam. Mereka meninggalkan sejenak kesibukan masing-masing untuk turun ke jalan, membawa alat musik, membuka ruang donasi, dan mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan solidaritas.
Dengan kemampuan yang mereka miliki, musik dijadikan sebagai jembatan untuk menghubungkan kepedulian masyarakat Lembata dengan saudara-saudara mereka yang sedang mengalami bencana di wilayah Flores.
Bagi mereka, ngamen bukan sekadar aktivitas mencari penghasilan atau hiburan. Dalam rangkaian aksi tersebut, ngamen menjadi bentuk pengabdian dan cara sederhana untuk mengajak masyarakat berbagi.
Sementara konser amal menjadi momentum untuk mempertemukan para musisi, aktivis, donatur dan masyarakat dalam satu panggung kemanusiaan.
Rp61,4 Juta Jadi Simbol Solidaritas
Terkumpulnya donasi sebesar Rp61.491.999 menjadi capaian penting dalam rangkaian gerakan tersebut.
Namun bagi panitia, angka tersebut bukan sekadar jumlah uang yang berhasil dikumpulkan. Di balik nominal itu terdapat partisipasi masyarakat, waktu yang dicurahkan para musisi dan aktivis, serta ketulusan warga Lembata yang ingin membantu sesama.
Panitia Lembata For Bencana Flores, Toni Elam dan Broin Tolok, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan, baik melalui donasi maupun dengan hadir dan mendukung rangkaian kegiatan.
Mereka juga memberikan apresiasi kepada seluruh musisi, aktivis kemanusiaan dan berbagai pihak yang telah terlibat sejak aksi ngamen jalanan hingga konser amal.
Menurut panitia, keberhasilan penggalangan dana tersebut merupakan hasil dari gotong royong masyarakat Lembata.
Atas nama seluruh panitia kegiatan ngamen jalanan dan konser amal Lembata For Bencana Flores, Toni Elam dan Broin Tolok kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan orang-orang baik di Kabupaten Lembata.
“Budi baikmu akan mendapatkan pahala yang besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan leluhur Lewotana Lembata,” ungkap panitia.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap sesama dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana. Dari jalanan, musik dan suara para musisi Lembata kemudian menjelma menjadi gerakan solidaritas untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana di Flores.
Editor : Roy Wahar


















