LIDIK NEWS. COM | LEWOLEBA — Pemerintah Kabupaten Lembata mulai memperkuat hilirisasi sektor peternakan melalui pengoperasian Rumah Potong Unggas (RPU) Waikomo di Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan.
Fasilitas milik Pemerintah Kabupaten Lembata tersebut resmi diluncurkan Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, pada Sabtu (8/8/2026). Pengelolaan RPU dipercayakan kepada Kelompok PSE Banneux sebagai mitra pengelola.
Bupati Kanisius mengatakan, pemanfaatan RPU merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mengoptimalkan aset daerah sekaligus membangun ekosistem peternakan yang produktif, higienis, bernilai tambah, dan berdaya saing.
Langkah tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi “Lembata yang Maju, Lestari, dan Berdaya Saing”, khususnya melalui penguatan sektor unggulan Nelayan, Tani, dan Ternak (NTT).
“Pemanfaatan Rumah Potong Unggas ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kabupaten Lembata dalam membangun ekosistem peternakan yang lebih produktif dan berdaya saing,” ujar Bupati Kanis.
Ia mengakui, pengembangan peternakan di Lembata menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan penyediaan pakan ternak akibat karakteristik daerah kepulauan. Namun, melalui kolaborasi pemerintah daerah dan Gereja, berbagai kendala tersebut dapat diatasi hingga RPU Waikomo dapat dimanfaatkan.
Menurut Bupati, fasilitas tersebut nantinya dapat mendukung proses penampungan, pemotongan hingga pemasaran unggas. Pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan sistem pakan ternak lokal untuk menjamin keberlanjutan produksi.
“Kendala utama kita memang pakan ternak. Tetapi pemerintah sedang berupaya membangun sistem pakan ternak di Lembata. Kita harus percaya bahwa dengan semangat bersama, kerja keras, dan memulai dari langkah kecil, sesuatu yang besar dapat diwujudkan,” katanya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan bahan baku unggas yang telah berkembang di masyarakat. Keberhasilan sektor peternakan, kata dia, tidak hanya bergantung pada keberadaan fasilitas, tetapi juga konsistensi produksi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lembata dan Gereja dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan, Keuskupan Larantuka pada 2026 mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi sebagai Ekspresi Iman”, yang menempatkan penguatan ekonomi umat sebagai bagian dari perwujudan iman dalam kehidupan sehari-hari.
“Gereja dan umat tidak berjalan sendiri, tetapi berkolaborasi dengan pemerintah daerah demi kesejahteraan masyarakat. Gereja tidak membangun ekonomi umat secara eksklusif, tetapi terbuka bagi semua pihak karena kemajuan ekonomi Lembata harus dibangun bersama,” ujar Uskup Hans Monteiro.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Lembata juga menyerahkan satu unit alat pertanian cultivator kepada pihak Gereja yang diterima Pastor Paroki St. Maria Banneux Lewoleba sebagai bagian dari dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi umat.
Launching RPU Waikomo turut dihadiri Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Romo Deken Lembata, Pastor Paroki St. Maria Banneux Lewoleba, sejumlah pimpinan perangkat daerah, Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, Lurah Lewoleba Barat, mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pelaku usaha ayam lokal.
Pengoperasian RPU Waikomo diharapkan menjadi bagian dari upaya menjadikan peternakan Lembata tidak hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi berkembang menjadi sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sumber : Prokopim Kab Lembata
Editor : Roy Wahar


















