LIDIKNEWS.COM | LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata mencatat capaian positif pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga pertengahan tahun 2026. Realisasi PAD per 30 Juni 2026 mencapai Rp17.233.809.198 atau 39,17 persen dari target tahunan sebesar Rp44 miliar, meningkat 16,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Evaluasi Pelaksanaan APBD dan Program Strategis Daerah yang dipimpin langsung Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, di Ruang Rapat Bupati, Lewoleba, Kamis (2/7/2026). Rapat dihadiri seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Plt. Asisten II Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Apolonaris Mayan, serta para camat se-Kabupaten Lembata.
Evaluasi tersebut bertujuan mengukur capaian pelaksanaan APBD dan program strategis hingga semester pertama 2026, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang perlu segera ditangani untuk menjaga efektivitas pembangunan daerah.
Berdasarkan paparan Kepala Bidang Pengembangan Pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Us Kahali, realisasi total pendapatan daerah hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp318.777.852.436 atau 42,36 persen dari target APBD sebesar Rp752,84 miliar.
Dari sisi PAD, peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp2,43 miliar. Pada periode yang sama tahun 2025, PAD tercatat sebesar Rp14.805.065.946, sehingga pertumbuhan tahun ini mencapai 16,33 persen.
Peningkatan tersebut ditopang oleh optimalisasi penerimaan pajak daerah yang berhasil melampaui target triwulan II. Realisasi sektor pajak mencapai Rp5,10 miliar, lebih tinggi dibanding target triwulan II sebesar Rp4,57 miliar.
Selain sektor pajak, sejumlah OPD juga menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam mendongkrak PAD, khususnya perangkat daerah dengan target penerimaan di atas Rp1 miliar.
RSUD menjadi penyumbang PAD terbesar dengan realisasi Rp6.543.317.930 atau 79,71 persen dari target triwulan II sebesar Rp8.209.056.362.
Sementara itu, Bapenda mencatat capaian paling impresif dengan realisasi Rp5.136.823.393,21 atau 112 persen dari target triwulan II sebesar Rp4.571.843.386, menjadikannya OPD yang berhasil melampaui target.
Adapun Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) membukukan realisasi Rp4.543.368.994,33 atau 87,72 persen dari target triwulan II sebesar Rp5.205.400.000.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pemungutan pajak maupun retribusi daerah mulai memberikan hasil yang signifikan dalam memperkuat kemandirian fiskal Kabupaten Lembata.
Namun demikian, secara keseluruhan pendapatan daerah masih mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu akibat berkurangnya alokasi Dana Transfer dari Pemerintah Pusat.
Hingga akhir Juni 2026, Dana Transfer terealisasi sebesar Rp299.981.058.535 atau 42,79 persen dari target. Angka tersebut turun sekitar Rp77,14 miliar atau 20,46 persen dibandingkan realisasi Juni 2025 yang mencapai Rp377.124.225.879.
Menurut penjelasan Bapenda, penurunan itu dipicu adanya penyesuaian dan pengurangan alokasi dana transfer pemerintah pusat kepada daerah pada Tahun Anggaran 2026. Dampaknya, total pendapatan daerah secara keseluruhan menurun sekitar Rp75,7 miliar atau 19,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, meminta seluruh OPD meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran dan memprioritaskan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Meskipun PAD kita mengalami kenaikan yang baik, kita harus waspada karena adanya penurunan pada dana transfer. Oleh karena itu, seluruh OPD harus lebih cermat dalam memanajemen keuangan, meningkatkan efisiensi belanja, dan tetap fokus pada program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.
Rapat evaluasi berlangsung konstruktif dengan berbagai masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Kabupaten Lembata juga menyepakati sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan pelaksanaan APBD pada sisa tahun anggaran 2026, sehingga target pembangunan daerah dapat tercapai secara maksimal.
(Prokompim Kabupaten Lembata)


















