LIDIK NEWS. COM | MANGGARAI, 5 Juni 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) resmi meluncurkan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Agroforestry Hetero di Dusun Tantong, Desa Wewo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Kamis (4/6).
Program ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. Program Agroforestry Hetero juga merupakan tindak lanjut dari hasil konsinyering dalam proses Free, Prior and Informed Consent (FPIC) atau Persetujuan Atas Dasar Informasi di Awal Tanpa Paksaan (Padiatapa) yang dilaksanakan bersama masyarakat adat setempat.
Melalui pemanfaatan lahan tidur menjadi kawasan pertanian produktif, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Masyarakat Adat Dusun Tantong, Yuliana Nirmala, mengaku bersyukur atas kehadiran program yang dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya para petani dan kelompok perempuan.
“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran program pertanian dari PLN untuk Desa Wewo. Program ini memberi semangat baru bagi masyarakat untuk mengelola lahan dan meningkatkan hasil pertanian,” ujar Yuliana.
Dalam pelaksanaannya, PT PLN (Persero) UIP Nusra memberikan dukungan menyeluruh mulai dari pembukaan lahan, penyediaan peralatan kerja, benih, pupuk, hingga pendampingan teknis pertanian secara berkelanjutan.
Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) Ulumbu, Roya Ginting, menjelaskan bahwa program Agroforestry Hetero diawali dengan pembukaan lahan pertanian seluas 1,5 hektare yang mengintegrasikan tanaman perkebunan, tanaman buah, dan tanaman pangan.
“Hari ini secara resmi kami meluncurkan program Agroforestry Hetero yang diawali dengan pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di wilayah Tantong, Desa Wewo. PLN juga menyediakan alat kerja, pupuk, bibit tanaman, serta satu orang pendamping pertanian yang akan mendampingi masyarakat selama program berjalan,” jelas Roya.
Menurutnya, konsep agroforestry hetero yang diterapkan mengombinasikan tanaman bernilai ekonomi jangka panjang seperti durian, alpukat, dan kopi dengan tanaman pangan jangka pendek seperti jagung dan kacang tanah. Pola ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Roya menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi, termasuk dari kelompok perempuan yang terlibat langsung dalam proses pembukaan lahan dan persiapan budidaya.
“Keterlibatan ibu-ibu dalam mendukung program ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki semangat yang besar untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Selain mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di sekitar kawasan pengembangan PLTP Ulumbu.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan bahwa program Agroforestry Hetero merupakan wujud nyata komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar proyek.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong pemanfaatan lahan yang lebih produktif, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan,” ujar Rizki.
Ia menambahkan bahwa pengembangan energi bersih seperti PLTP Ulumbu harus berjalan selaras dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
“Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagaimana pembangunan energi dan penguatan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan. Dengan kolaborasi yang baik antara PLN dan masyarakat, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” tutup Rizki.
Narahubung:
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara
Bruly Victor Tarigan
(0370) 621732


















