LIDIK NEWS. COM | LEMBATA ~ Forum Juenalis Lembata (FJL) FJL menyadari banyak kekurangan dalam menjalankan tugas peliputan hingga publikasi kasus dalam prespektif perlindungan anak. Akibatnya, kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah dari hari ke hari.
Karena itu, Buku saku panduan peliputan anak berbasis perlindungan anak ini merupakan salah satu upaya Forum Jurnalis Lembata membangun sistem perlindungan anak secara komprehensif untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan, pelecehan, penelantaran dan eksploitasi terhadap anak.
Sebab data kekerasan terhadap anak makin bertambah dari hari ke hari baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.
Masukan dari para peserta FGD hari ini menjadi masukan yang sangat berarti dalam menghasilkan buku panduan yang berkualitas.
Ketua FjL, Alexander P. Taum menyampaikan agenda ini menjadi penting untuk terus di hadirkan dalam kesempatan di tengah masyarakat, sebab banyak kasus yang menyerang anak anak dan sangat memprihatinkan.
“Bukan hanya jurnalis akan tetapi peran penting juga bagi seluruh lapisan masyarakat dengan terus memberikan edukasi positif terhadap perkembangan anak ditengah gejolak dunia digitalisasi yang banyak kalangan anak terjebak hingga berujung maut, ” tegas Ketu FJL.
Menurut Alex Taum, dengan adanya buku saku yang standar dapat memberi signal penting bagi kita semua bagaimana berada dalam norma edukasi positif.
“Peran penting juga kepada pemerhati anak, LSM, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Cendikiawan, Cendikiawati, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, untuk menjawab tantangan besar bagi generasi bangsa saat ini, ” tutup Alex penuh harap. ***


















