LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – Setelah melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati 8 April 2026 kini Aliansi Expedisi Lembata dan Forum Parlemen Jalanan Layangkan Surat Penegasan Sikap Ke Bupati Lembata untuk menyikapi persoalan publik yang menjadi dampak besar dan ancaman serius di Kabupaten Lembata.
Surat Penegasan itu tertuang dalam
Nomor : 05/AXFOR- LBT/PS/IV/2026 tertanggal 15 April 2026, yang menyatakan Penegasan Sikap Kepada Bupati Lembata.
Ciprianus Pito Lerek, Koordinator Umum (Kordum) mengatakan Dalam Menindaklanjuti hasil kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah dengan Aliansi Expedisi Lembata (AXEL) dan Forum Parlemen Jalanan (FORMALEN) aksi massa di kantor Bupati Lembata 08 April 2026, dengan ini kami kembali menegaskan sikap.

Lanjutnya, penegasan itu tercatat 4 poin penting diantaranya adalah :
- Bahwa dalam berita acara kesepakatan bersama pada 08 April 2026 point 1 dan 2 terkait uji coba sandar ramp door kapal pada 09 April 2026, baik di pelabuhan Waijarang maupun Pelabuhan laut Lewoleba telah kita ketahui bersama tidak terlaksana.
Oleh karena itu, pemerintah daerah kabupaten Lembata segera Menyurati General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang untuk duduk bersama para pihak membicarakan solusi JANGKA pendek terhadap persoalan bongkar muat kendaraan roda empat atau lebih di Lembata.
Usulan untuk menyurati General Manajer PT. ASDP Indonesia Ferey cabang Kupang juga menjadi saran kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lewoleba dalam audiens dengan AXEL dan FORMALEN pada Selasa, 14 April 2026. - Bahwa pada point 3 berita acara kesepakatan tersebut telah disepakati tentang pembangunan Plengsengan dermaga di lokasi Wulen Luo. Namun sampai saat ini, belum terlihat adanya keseriusan pemerintah daerah dan pihak PT. ASDP Indonesia Ferry.
Oleh karena itu, Aliansi Expedisi Lembata dan Forum Parlemen Jalanan mendesak pemerintah daerah kabupaten Lembata agar sebaiknya melakukan pendekatan dengan PT. PELNI untuk mendatangkan atau menambah rute kapal RORO milik PT. PELNI yang dilengkapi SIDE RAMP DOOR atau RAMP DOOR samping. Saat ini kapal RORO milik PT. PELNI dengan SIDE RAMP DOOR yang menghubungkan pulau JAWA dengan pulau FLORES adalah KM. EGON.
Pendekatan untuk mendatangkan atau menambah rute kapal dengan Ramp Door Samping ini juga dapat diupayakan ke perusahaan swasta lainnya untuk optimalisasi rute Maumere- Lembata- Kupang. AXEL dan FORMALEN siap memberikan data dukung lainnya, mengingat pilihan ini menjadi solusi jangka pendek sekaligus jangka panjang dalam menghindari monopoli jika sewaktu-waktu terjadi kevakuman pelayanan oleh PT. ASDP atau kerusakan fasilitas labuh tambat. - Pemerintah kabupaten Lembata agar terus mendesak PT. ASDP Indonesia Ferry agar segera melakukan perbaikan Pelabuhan Ferry Waijarang karena secara faktual telah terjadi kenaikan harga sewa kontainer dari Rp 13.500.000 menjadi Rp.16.000.000/unit yang bakal memicu kenaikan harga barang.
- Jika tiga point penegasan sikap ini tidak segera dijalankan dalam waktu 1 Minggu setelah surat ini diterbitkan, aksi massa berjilid-jilid menjadi pilihan yang pasti bagi kami.
Demikian penegasan ini, atas perhatian dan keseriusan pemerintah kabupaten Lembata, kami ucapkan terima kasih. ***(tim)


















