LIDIK NEWS. COM | LEWOLEBA – BEREDAR kabar tak sedap atas informasi kepentingan terselubung dan gelap, pihak Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lewoleba angkat bicara. Senin (13/4/2026)
Kabar miring tersebut dibantah oleh Agustinus Suprijanto R. S.Sos., selaku kepala KUPP Kelas III Lewoleba, pihaknya tidak punya kepentingan terselubung karena dalam menjalankan tugas dan pengawasan selalu mengedepankan Standar Operasional Prosedur (SOP)
“Tidak benar adanya atas kepentingan terselubung di dalam pelabuhan Lewoleba, semua kami jalankan sesuai SOP, ” tegasnya.
Selain itu, kata Agustinus Suprijanto, belakangan ini pihaknya sering mendapatkan kritik pedas atas kondisi jalan dalam kompleks pelabuhan saat musim hujan.
Kondisi ini kembali menjadi sorotan publik. Genangan air yang kerap muncul di atas jalan pelabuhan saat musim hujan menimbulkan keluhan dari masyarakat dan pengguna jasa.
Saat di temui awak media di ruang kerjanya. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan bagian dari aset yang diserahkan saat pengelolaan pelabuhan, sehingga pihaknya kesulitan mengajukan pembangunan Drainase ke Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan Pusat.
Menurutnya, jalan dan terminal pelabuhan masih tercatat sebagai aset Pemda Lembata, bukan bagian dari aset yang diserahkan ke Kementerian Perhubungan.
“Kami berharap agar bagian aset Pemda Lembata dapat segera menyerahkan itu sehingga menjadi dasar untuk diajukan ke Dirjen Kementerian Perhubungan pusat,” ujarnya.
Selain masalah genangan air, Kepala Syahbandar juga menyoroti keberadaan pedagang di kompleks pelabuhan.
Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menyediakan tempat bagi pedagang agar tetap menjaga kebersihan.
Sementara itu, lapak yang berada di pintu masuk penumpang kapal Pelni akan ditinjau kembali agar lebih rapi dan tertata.
Pendekatan humanis terus dilakukan kepada para pedagang.
“Kami tidak akan menggunakan bahasa yang menyinggung atau memprovokasi. Kebebasan berwirausaha tetap kami dukung penuh, namun harus memperhatikan lingkungan yang bersih, aman, dan ramah,” tegasnya.
Melihat pelabuhan adalah pintu masuk utama, Lebih Lanjut, Agustinus mengusulkan agar Pemda Lembata menghadirkan kapal Roro. Hal ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat Lembata yang sangat bergantung pada jalur laut.
“Pelabuhan saat ini bisa menjawab kedatangan kapal Roro untuk bersandar dan soal olah gerak sangat memungkinkan dan layak,” imbuhnya.
Kapal roro diyakininya akan menjadi solusi transportasi yang lebih memadai bagi masyarakat, mengingat Lembata adalah kabupaten Pulau yang menjadikan pelabuhan sebagai urat nadi perekonomian dan pintu masuk utama.***(tim)


















