LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – FAKTA menarik menjadi tontonan masyarakat Kabupaten Lembata dengan pemandangan buruk di ruas jalan masuk Pelabuhan Lewoleba, sebab, saat terjadi hujan lebat jalan di pelabuhan itu terlihat seperti kolam ikan lele, bahkan jalan itu tak memiliki drainase.

Pantauan media, selain genangan air seperti kolam ikan lele, pungutan retribusi masuk terus di lakukan tanpa membenahi infrastruktur yang ada dalam pelabuhan Lewoleba.
Kondisi ini dikeluhkan warga dan pengguna jasa pelabuhan karena menghambat akses keluar-masuk, terutama saat hujan deras.
Sejumlah pengendara motor dan pejalan kaki kesulitan melintas akibat genangan air itu.
“Setiap musim hujan pasti begini, air tergenang dan tidak ada saluran pembuangan, tagihan di portal masuk pelabuhan terus di pungut, jalan rusak akibat genangan air, kalau sudah tagih retribusi masuk maka masyarakat wajib menuntut kondisi ini harus dibenahi, “tandas Markus, salah satu warga Kota Lewoleba.
Pelabuhan Lewoleba sendiri baru diresmikan pada 24 Oktober 2024 setelah menjalani renovasi selama dua tahun. Namun, warga menilai masalah drainase dan kebersihan di sekitar pelabuhan belum terselesaikan. Akibatnya, genangan air masih menjadi pemandangan buruk setiap musim hujan.
Selain mengganggu mobilitas, kondisi ini juga dinilai menurunkan citra pelabuhan sebagai pintu masuk utama aktivitas ekonomi dan pariwisata di Lembata.
Warga berharap pemerintah daerah bersama Kementerian Perhubungan segera melakukan perbaikan drainase dan penataan ulang jalan agar akses menuju pelabuhan lebih nyaman dan aman.
Salah satu staf di Kantor Syahbandar Lewoleba saat ditemui awak media menyebutkan bahwa genangan air tersebut akan segera ditangani.
Entah kapan akan dibenahi masih belum pasti waktunya, di sisi lain, ini merupakan pemandangan buruk yang menjadi tontonan bagi warga masyarakat Kabupaten Lembata, NTT. ***




















