
LIDIK NEWS.,COM | LEWOLEBA, – Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Teknik Otomotif di SMKS Ile Lewotolok, Rabu (27/8) siang.

Kegiatan ini menandai babak baru dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Lembata, khususnya di sektor otomotif.
Kehadiran sejumlah tokoh penting daerah, seperti Ketua Komisi III DPRD Lembata, Abdurrahman Muhammad, Ketua Partai NasDem, Yuni Damayanti, dan Kadis Nakertrans, Rafael Betekeneng menandakan sinergitas pemangku kepentingan di Lembata berjalan baik.

Dengan kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pengembangan pendidikan vokasi di tanah Lepan Batan.
Diketahui, pembangunan BLK Komunitas ini merupakan buah dari perjuangan pihak sekolah dan dukungan legislator asal NTT dari Partai NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, yang berhasil mengamankan bantuan dari Kementerian Tenaga Kerja RI sebesar Rp. 500 juta pada tahun anggaran 2025.
Bantuan ini menjadi angin segar bagi pengembangan keterampilan teknis siswa SMK dan masyarakat umum di bidang otomotif.

Dalam sapaan singkatnya, Wakil Bupati Nasir menyampaikan bahwa pembangunan BLK Komunitas ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.
“Dengan adanya BLK ini, kita berharap dapat menghasilkan tenaga-tenaga mekanik yang handal, kompeten, dan siap bersaing di pasar kerja,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang berkualitas.
Wabup Nasir juga berharap, output dari BLK ini nantinya dapat membuka lapangan pekerjaan baru, dan membantu pemerintah dalam memecahkan persoalan tenaga kerja terampil yang ingin bekerja di luar negeri.
Hal ini juga diamini oleh bunda Yuni Damayanti. Ia menambahkan bahwa BLK Komunitas ini diharapkan dapat menjadi pusat pelatihan unggulan di Lembata.
“Kami berharap BLK ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi wadah untuk berinovasi dan mengembangkan teknologi otomotif yang sesuai dengan kebutuhan lokal,” ungkap bunda Yuni.
Adapun Kepala SMKS Ile Lewotolok, Ferdinandus Koda, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Tenaga Kerja, bunda Julie Sutrisno Laiskodat dan semua pihak yang telah mendukung terwujudnya BLK Komunitas ini.
“Kami berkomitmen untuk mengelola BLK ini dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi siswa dan masyarakat Lembata,” tuturnya.
Proyek pembangunan gedung BLK Komunitas ini telah dimulai pada 20 Agustus 2025 dan direncanakan selesai pada 20 Desember 2025, dengan masa pengerjaan selama 120 hari kerja.
Kementerian Tenaga Kerja RI akan terus melakukan pengawasan dan pembinaan selama tiga tahun ke depan untuk memastikan BLK ini berjalan sesuai dengan harapan.
Dengan diresmikannya peletakan batu pertama BLK Komunitas Teknik Otomotif oleh Wabup ini, diharapkan Kabupaten Lembata dapat mencetak generasi mekanik yang kompeten dan berdaya saing, serta mampu berkontribusi pada pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan mamasyarakat***(PKL)