
LIDIK NEWS. COM | LEWOLEBA – Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi masyarakat di Lembata masih tergolong rendah.
Keprihatinan ini diungkapkan Wabup Nasir saat menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Produk Inovasi Pangan Lokal dari Ladang ke Pasar untuk Kesejahteraan Nelayan, Tani, dan Ternak’ yang diselenggarakan oleh Komunitas Pandu Budaya Lembata di aula SMKS Ile Lewotolok, pada Rabu (27/8) pagi.
Dihadapan Ketua Komisi III, Abdurrahman Muhammad, Wakil Ketua Komisi I, dan anggota DPRD Lembata, serta para pelaku usaha lokal, dan tokoh masyarakat, Wabup Nasir menegaskan pentingnya inovasi pangan lokal sebagai kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat Lembata.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Lembata saat ini masih tergolong rendah, yakni 2,46 persen dari potensi sebesar 22,4 persen.
Selain itu, Pendapatan per kapita masyarakat juga masih berada pada kisaran Rp15.123.000 per tahun, sebuah angka yang berimplikasi langsung pada tingginya tingkat kemiskinan sebesar 24,72 persen, dengan kemiskinan ekstrem mencapai 2,71 persen.
Dikatakan Wabup, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita masih berada di angka 64 persen. Ini menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat harus terus ditingkatkan.

“Potensi lokal harus kita jadikan sebagai kekuatan utama untuk mendorong pembangunan,” tegas Wabup Nasir.
Selain masalah ekonomi, pendapatan perkapita dan IPM yang rendah, Wabup juga menyoroti terkait rantai pasar yang belum jelas.
Dikatakan Wabup bahwa sekitar 80 persen perekonomian masyarakat Lembata bertumpu pada sektor lokal, khususnya hasil pertanian dan perikanan. Namun tanpa rantai pasar yang jelas, potensi tersebut belum mampu memberi nilai tambah maksimal bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, pemerintah mendorong digitalisasi dan konektivitas pasar, sehingga produk-produk lokal bisa menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah.
Sektor perikanan juga mendapat sorotan khusus. Wakil Bupati menekankan bahwa ikan lokal Lembata memiliki kualitas protein yang tinggi dan berbeda dengan wilayah lain. Konsumsi ikan, menurutnya, tidak hanya soal pangan tetapi juga penentu kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Untuk mewujudkan visi Lembata yang maju, lestari, dan berdaya saing, diperlukan kolaborasi erat antara Pemerintah Daerah, DPR, pelaku usaha, komunitas, hingga generasi muda. Mari bersama-sama memanfaatkan momentum menuju Indonesia Emas 2045 dengan menjadikan potensi lokal sebagai pilar utama,” pungkas Wabup penuh optimis.
Usai FGD, kegiatan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Otomotif.
Prosesi peletakan batu pertama ini dilakukan oleh Wakil Bupati bersama Ketua Komisi III DPRD, Ketua Fatayat NU Lembata sekaligus Ketua Partai NasDem, Yuni Damayanti, Kepala Dinas Nakertrans, Rafael Betekeneng, serta Kepala SMKS Ile Lewotolok, Ferdinandus Koda.
Kehadiran BLK Otomotif ini diharapkan menjadi pusat peningkatan keterampilan generasi muda Lembata, sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja baru yang lebih berkualitas.
Dengan demikian, pembangunan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sektor alam, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. (prokompimkablembata)