LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – Desa Todanara di Kecamatan Ile Ape Timur mengalami gagal panen akibat cuaca yang tak menentu pada awal tahun 2024 di Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data hampir di semua Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Lembata mengalami gagal panen. Salah satunya ada di Desa Todanara Ile Ape Timur.

Fransiskus Boli Kepala Desa (Kades) Todanara Kecamatan Ile Ape Timur, Selasa petang (05/03/24) menyampaikan, tahun ini tepatnya di desa Todanara mengalami gagal panen. Hampir semua petani mengalami pemerosotan yang sangat jauh mungkin karena cuaca yang kurang baik.

“Jagung, padi dan kacang yang di tanam oleh para petani gagal total alias gagal panen, sekitar 60 Hektare, saya sudah laporkan data ini di Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan Kabupaten Lembata, ” ujar Kades Frans.

Desa yang memiliki jumlah penduduk 190 Kepala Keluarga 743 jiwa didominasi mata pencahariannya dengan bertani atau bercocok tanam namun karena cuaca yang tak menentu para petani pupus dalam harapannya.

“Jagung, padi serta kacang tidak bisa kami nikmati karena cuaca dan gagal panen tahun ini, ” ujar salah seorang warga Desa Todanara dengan sedih terpampang di wajahnya.

Kepala Desa Muda itu, mengatakan terhadap ancaman bencana yang kian melanda membuat warga semakin resah karena berdampak pada sektor pertanian yang ada di Desa Todanara.
Menurut Frans, intensitas curah hujan pada bulan Desember tahun 2023 sangat menurun mengakibatkan tanaman jagung dan padi milik warga sekitar 60 Hektare gagal panen.
Ia melanjutkan, ada dana ketahanan pangan di tahun 2024 dan tentu penggunaannya harus dilihat pada apa yang harus di tangani untuk bisa menangani rawan pangan di tahun 2024.