LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – Selain berbagai atraksi budaya, kuliner pangan lokal juga turut meramaikan gelaran Festival Uyelewun 2023 di Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tengara Timur (NTT).

Hari pertama pembukaan Festival Uyelewun pada Selasa, 15 Agustus 2023, perhatian pengunjung tertuju pada beberapa stand sisi barat panggung utama di pelataran teluk Balauring, yang menyajikan berbagai hasil olahan pangan lokal khas Kedang.
Satu di antaranya adalah olahan dari leye atau jelai (coix lacryma-jobi) oleh kelompok ibu-ibu dari Desa Hoelea. Mereka menjual berbagai olahan dari leye seperti kopi, kue kering, tepung, sereal dan beras leye saat Festival Uyelewun.
Puluhan pengunjung yang hadir tertarik untuk menjajal aneka kuliner dari leye yang telah dikemas secara profesional ini. “Aroma kopinya sangat unik, sangat berasa leye dan jahenya,” tutur Ian, salah seorang pengunjung Festival Uyelewun.
Leye merupakan pangan lokal khas masyarakat Kedang khususnya di Desa Hoelea yang hampir tidak lagi ditemukan di meja hidangan. Tanaman serelia yang satu ini telah digantikan dengan beras dan jagung.
Meski demikian, kelompok masyarakat adat Leuhoe di Hoelea masih mempertahankan tradisi makan leye. Beberapa perempuan marga Leuhoe bahkan seumur hidup mereka mengkonsumsi leye, karena mereka tidak diperbolehkan makan jagung dan beras.
“Leye itu, khusus untuk kami yang tidak bisa makan jagung dan beras itu kami makan leye. Kami makan ini sampai mati (seumur hidup),” kata Anastasia Ina, warga Desa Hoelea 2 di stand pameran ini.
Kearifan lokal inilah yang mendorong perempuan-perempuan dari Desa Leuhoe mencoba untuk mengolah leye menjadi berbagai aneka kuliner. Berkat dukungan Pemerintah Desa Hoelea 2, produk olahan mereka ini laris manis saat Festival Uyelewun.
“Kami bikin seperti ini. Semua kami olah seperti ini untuk dijual. Rencananya kami akan ikut terus setiap pameran untuk memperkenalkan leye. Barusan ini banyak masyarakat yang tahu kalau ternyata leye itu sangat enak di lidah dan tentunya bagus untuk kesehatan,” kata Anastasia.
Sayangnya, saat ini proses pengolahan leye yang mereka lalukan masih manual. Mereka harus membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memisahkan leye dari kulitnya.
Pagelaran festival yang mengusung tema Gelora Bahari Edang Lestari ini jadi ajang bagi masyarakat Kedang yang meliputi Kecamatan Buyasuri dan Omesuri untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya, spot wisata dan kuliner khas mereka.