LIDIK NEWS. COM | FLORES TIMUR – Di tengah persiapan pembangunan Musholla MIN 5 Flores Timur di Desa Watobuku, Kecamatan Lamakera, sebuah langkah penting dilakukan untuk memastikan rumah ibadah tersebut dibangun sesuai tuntunan syariat Islam. Dua akademisi, Prof. Dr. M. Taher Maloko dan Dr. Umar Sulaiman, turun langsung ke lokasi pada Kamis (2/7/2026) guna melakukan penentuan arah kiblat secara ilmiah dan presisi.
Kehadiran kedua cendekiawan tersebut bukan sekadar memenuhi undangan seremonial. Dengan menggunakan perangkat pengukuran, mereka memastikan orientasi bangunan benar-benar menghadap Ka’bah sehingga pelaksanaan salat di musholla nantinya dapat dilakukan dengan keyakinan bahwa arah kiblat telah ditetapkan secara akurat.
Penentuan arah kiblat merupakan salah satu tahapan mendasar dalam pembangunan rumah ibadah. Karena itu, proses tersebut mendapat perhatian serius dari panitia pembangunan yang melibatkan tenaga ahli agar tidak menimbulkan keraguan di kemudian hari.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala MIN 5 Flores Timur, jajaran dewan guru, Kepala Tata Usaha, serta Ketua Komite MIN 5 Flores Timur yang juga Ketua Panitia Pembangunan Musholla, Syukur Hamsid.
Syukur Hamsid menyampaikan apresiasi atas kesediaan Prof. Taher Maloko dan Dr. Umar Sulaiman memberikan pendampingan secara langsung.
“Kami sangat bersyukur karena arah kiblat musholla telah ditentukan langsung oleh para ahli. Hal ini memberikan kepastian bagi panitia sehingga proses pembangunan dapat dilaksanakan tanpa keraguan,” ujarnya.
Menurut Hamsid, seluruh tahapan pembangunan tetap dilakukan melalui koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur agar sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.
Ia menjelaskan, musholla yang akan dibangun memiliki ukuran 10 x 12 meter, sedangkan desain arsitektur dan tinggi bangunan masih dalam tahap penyempurnaan sebelum konstruksi dimulai.
Panitia juga mengusulkan nama Musholla At-Tarbiyah sebagai penghormatan kepada almarhum H. Syukur Ibrahim Dasi serta Yayasan At-Tarbiyah, yang dinilai berjasa besar dalam meletakkan fondasi pendidikan Islam di Lamakera.
“Bagi kami, pembangunan musholla ini bukan sekadar mendirikan bangunan fisik, tetapi juga melanjutkan perjuangan para pendahulu dalam membangun pendidikan dan membina generasi muda,” kata Hamsid.
Dalam kesempatan tersebut, Hamsid mengajak masyarakat Lamakera, baik yang berada di daerah maupun di perantauan, untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan musholla melalui sumbangan sukarela sebagai amal jariah.
Pembangunan musholla ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut rencana kunjungan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT) yang dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama.
Dengan rampungnya penentuan arah kiblat oleh para ahli, pembangunan Musholla MIN 5 Flores Timur kini memasuki tahap konstruksi. Kehadiran rumah ibadah tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan spiritual, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi peserta didik serta masyarakat Lamakera untuk generasi yang akan datang.
Penulis : RAM
Tim Redaksi : Roy Wahar


















