LIDIK NEWS. COM | LEWOLEBA – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengurus dan anggota Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Misa Syukur dan Pemberkatan Alat Kerja yang berlangsung di Sekretariat Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo, Kelurahan Lewoleba Barat, Jumat (19/6/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat para anggota bank sampah yang setiap hari bekerja membersihkan lingkungan demi menciptakan kota yang lebih sehat dan nyaman.
“Saya ingin menjadi orang kotor, ingin bekerja seperti teman-teman di bank sampah ini. Dari pekerjaan yang dianggap kotor justru lahir kota yang bersih dan hati yang bersih,” ujar Bupati.
Menurutnya, pekerjaan mengelola sampah bukanlah pekerjaan rendahan, melainkan sebuah tugas mulia yang memberikan manfaat besar bagi lingkungan dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa di balik aktivitas yang identik dengan sampah, terdapat kontribusi nyata dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Bupati juga mendorong seluruh anggota Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo untuk terus bekerja dengan penuh semangat, sukacita, dan kebanggaan atas profesi yang dijalani.
“Harus riang gembira dan selalu tersenyum. Orang-orang bank sampah harus mengambil peran ini sebagai pekerja-pekerja luar biasa yang membawa perubahan bagi masyarakat,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Rumah Soferdy Waikomo, Pater Frans So. Dalam homilinya, Pater Frans menilai pelayanan yang dilakukan para relawan bank sampah merupakan wujud nyata pengabdian kepada sesama dan lingkungan, sebagaimana teladan yang diajarkan Yesus Kristus.
“Ini adalah hal yang luar biasa. Kelompok sukarelawan ini melayani seperti Kristus melayani, dengan menyelamatkan lingkungan hidup dan lingkungan masyarakat,” ungkap Pater Frans.
Saat ini, Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo memiliki 52 anggota aktif yang mulai bekerja sejak pukul 03.00 dini hari. Dengan dukungan delapan unit bentor, mereka menyusuri gang-gang sempit di tujuh kelurahan Kota Lewoleba untuk mengumpulkan sampah plastik dan berbagai jenis barang rongsokan.
Sejak diresmikan operasionalnya oleh Bupati Lembata pada Agustus 2025, Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo terus berkembang. Kini jangkauan pelayanannya telah meluas ke tiga kecamatan, dengan target ekspansi ke seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Lembata.
Dalam kegiatan tersebut, Pembina Bank Sampah yang juga Anggota DPRD Kabupaten Lembata, David Blasius Huglole Koban atau yang akrab disapa Capten Vigis, menyampaikan sejumlah usulan dukungan, mulai dari penguatan armada operasional, dukungan anggaran, hingga pengembangan skema kerja sama yang melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) di setiap lingkungan.
Menanggapi hal itu, Bupati Kanisius Tuaq menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata untuk terus mendukung program-program yang berdampak positif bagi masyarakat, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.
“Selama matahari masih terbit di ufuk timur, kita akan tetap bersama. Nelayan menjaga lautnya, petani menjaga tanahnya, peternak menjaga ternaknya, dan Cahaya Agate Waikomo menjadi matahari yang terus bersinar bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Lurah Lewoleba Barat, serta seluruh jajaran pengurus dan anggota Bank Sampah Cahaya Agate Waikomo.* (Prokopim Kabupaten Lembata)


















