
LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – Masyarakat Desak Pemda SEGERA Benahi kerusakan tiang Dolphin Pelabuhan Feri Waijarang, kerusakan itu mengakibatkan Akses pelayanan pelayaran Buntu dan menjadi ancaman serius dalam keberlanjutan roda perekonomian di Kabupaten Lembata. Hingga kini belum ada kepastian kapan ada perbaikan kerusakan tiang Dolphin Pelabuhan Feri Waijarang yang akan dilakukan oleh pihak PT. ASDP Indonesia (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan).

Masalah ini mencuat setelah tiang Dolphin di pelabuhan Feri Desa Waijarang, rusak berat akibat ditabrak KMP Inerie II milik ASDP Indonesia.

Dalam istilah teknik kelautan, Dolphin structure atau lumba-lumba adalah struktur beton atau baja yang berdiri terisolasi di lepas pantai. Fungsinya vital sebagai tempat sandar (berthing) dan menambat (mooring) kapal. Kerusakan tiang Dolphin tersebut membuat jalur penyeberangan dari Lembata menuju Flores Timur dan Pelabuhan Bolok Kupang lumpuh total.

Sebelumnya, pihak ASDP telah bertemu dengan pemerintah daerah Kabupaten Lembata untuk membahas solusi mengatasi masalah ini.
Anggota DPRD Fraksi Nasdem, John Batafor mengatakan, persoalan ini memantik situasi publik dan Pemerintah Daerah bersama PT. ASDP Indonesia harus segera mencari solusi dalam jangka pendek dan panjang untuk mengatasi kerusakan yang terjadi di Pelabuhan Feri itu. Kamis (19/3/2026)

Ia menambah, Transportasi laut adalah denyut nadi ekonomi lokal. Sebab, menjadi penghubung utama distribusi barang, hasil tangkapan nelayan, hingga mobilitas masyarakat. Kini, kerusakan tiang Dolphin justru berbalik menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan roda ekonomi Lembata.
John Batafor mengurai, kerusakan ini mengakibatkan banyak dampak yang akan terjadi pada masyarakat dan juga para pelaku usaha. Akibatnya, tidak ada Buyer/ pembeli yang baik, jadinya ada ruang memonopoli harga.

“Masyarakat punya hasil kebun banyak yang rusak dan tidak ada semangat pergi kebun, belum lagi para nelayan yang hasil tangkapannya tidak bisa di bawah ke Kupang serta para sopir mobil ekspedisi yang harus menelan pil pahit atas kejadian ini, ” ujar John Batafor.

Anggota Fraksi Nasdem John Batafor, mengajak Pemerintah Daerah Lembata dan ASDP Indonesia serta Lembaga DPRD untuk serius menyikapi persoalan yang begitu besar menjadi kebutuhan utama melayani masyarakat soal penyeberangan.
“Dampak yang sulit juga dirasakan oleh para pelaku UMKM, buruh bagasi dan pedagang asongan, maka kita membutuhkan ketegasan Pemerintah Daerah dalam mengambil langkah dan harus segera menyikapi masalah ini, “tegas John Batafor. ***(tim/red)




















