LIDIK NEWS. COM | LEWOLEBA – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, secara resmi meresmikan aliran air bersih ke Dusun Lewokurang, Desa Nubahaeraka, Kecamatan Atadei.
Peresmian ini juga diikuti dengan penyerahan aset daerah berupa sistem air minum Mata Air Wai Wu kepada Pemerintah Desa Nubahaeraka, Lusilame, Lerek, Atakore, Lewogroma, dan Nuba Atalojo.
Acara yang berlangsung pada Rabu (28/1) ini menandai sebuah tonggak penting dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.
Peresmian ini ditandai dengan pemutaran kran air oleh Bupati Lembata bersama Direktur Yayasan PAPA Indonesia, yang menandakan mengalirnya air bersih ke wilayah yang selama ini diyakini masyarakat tidak akan pernah terjangkau air.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai elemen penting, termasuk Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Manajer PLN UIP Nusra, Direktur Yayasan PAPA Indonesia, serta para Kepala Desa, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat.
Rombongan Bupati ketika tiba disambut dengan prosesi adat sebagai ungkapan syukur dan penghormatan dari masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan bahwa peresmian ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam hal akses terhadap air bersih.
“Saya tidak hanya menyerahkan aset daerah, tetapi juga seluruh jiwa dan raga saya untuk masyarakat Lembata,” kata Bupati dengan penuh semangat.
Bupati juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan merawat fasilitas air bersih ini. “Mari kita jaga bersama, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Lembata: ‘Lembata Maju, Lestari, dan Berdaya Saing.’
Penyerahan aset ini merupakan tindak lanjut dari permohonan hibah Barang Milik Daerah yang diajukan pada September 2025, dan sejalan dengan misi keempat pembangunan daerah, yaitu meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur yang andal dan merata.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap dengan adanya air bersih di Dusun Lewokurang, kualitas hidup masyarakat akan semakin meningkat. Selain itu, pengelolaan dan pemeliharaan yang baik terhadap sistem air minum ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi sektor pertanian, peternakan, dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Aset yang diserahkan, berupa bangunan dan jaringan air minum Mata Air Wai Wu, senilai Rp6.277.021.695,00, diharapkan dapat digunakan secara optimal untuk mendukung berbagai aktivitas produktif masyarakat.
Sejak dibangun secara bertahap sejak 2016, sistem air minum ini kini mencakup 100% layanan air minum layak di Dusun Waiwejak dan akses sanitasi layak di Dusun Lewokurang mencapai 90%.
Acara ditutup dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima, yang disaksikan oleh seluruh undangan dan masyarakat, sebagai simbol komitmen bersama untuk mewujudkan pelayanan air bersih yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan ekonomi lokal, kegiatan ini juga diakhiri dengan penyerahan anakan mente kepada Pemerintah Desa Nubahaeraka, yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai komoditas produktif bagi masyarakat setempat.
Dengan berjalannya program ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap dapat terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memperkuat infrastruktur yang mendukung kemajuan daerah. (Prokompimkablembata)


















