LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – Gabriel Goa Ketua Dewan pembina PADMA Indonesia kecam dugaan prilaku kekerasan fisik oleh anggota DPRD Flotim yang memperlihatkan arogansi kekuasaan bukan sikap wakil rakyat yang sejatinya membela rakyat terutama wong tjilik voice of the voiceless.
Kami apresiasi sikap Korban yang tidak menggunakan kekerasan fisik juga untuk melawan melainkan menempuh langkah hukum yakni melaporkan resmi ke Polres Flotim.
Terpanggil nurani kemanusiaan untuk berpihak kepada Korban yang dilecehkan harkat dan martabatnya sebagai citra Allah oleh oknum Anggota DPRD Flotim, maka kami menyatakan beberapa tekanan poin penting yakni : pertama,mendukung langkah Korban Kekerasan Oknum Anggota DPRD Flotim ke Polres Flotim biar menyadarkan para Wakil Rakyat bahwa mereka bukan Preman apalagi Perampok tapi Wakil Dewan Terhormat yang selalu menyuarakan dan membela WONG TJILIK voice of the voiceless.
Kedua,mendesak Kapolres Flores Timur untuk serius melakukan penegakan hukum sesuai pesan Presiden Jokowi saat ultah POLRI yang ke 77 bahwa penegakan hukum jangan menajam ke bawah dan menumpul ke atas.
Ketiga,mengajak solidaritas Pejuang Ham,Rakyat wong tjilik Lewotana,Lembaga Agama dan Pers untuk mengawal ketat perilaku Pejabat Eksekuti,Legislatif dan Yudikatif yang diduga kuat melakukan kejahatan dan merampok Hak-Hak Ekosob Rakyat “WONG TJILIK” serta Korupsi Berjamaah.di Lewotana, Tana Reinha Rosari. * (red)




















