LIDIK NEWS. COM | LEMBATA, NTT — Jaringan ritel modern Alfamart resmi membuka toko pertamanya di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (16/10/2026). Pada momentum pembukaan perdana tersebut, Alfamart menunjukkan kepedulian sosial melalui penyaluran paket sembako gratis bagi masyarakat prasejahtera serta bantuan telur ayam dan bubur kacang hijau bagi balita yang mengalami stunting.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, dalam rangkaian grand opening Toko Alfamart Selandoro.
Corporate Government Relations Manager Alfamart, Burhanudin Machmud, mengatakan bahwa pembukaan toko perdana di Lembata tidak hanya menjadi langkah ekspansi bisnis perusahaan, tetapi juga momentum untuk berbagi manfaat dengan masyarakat setempat.
“Bertepatan dengan grand opening toko Alfamart pertama di Lembata, kami juga ingin sedikit berbagi dengan warga Lembata melalui bantuan ini,” kata Burhanudin saat penyerahan bantuan di sela-sela kegiatan peresmian.
Dukung Pengentasan Stunting melalui Program Satu Telur Sehari
Salah satu bentuk kepedulian Alfamart diwujudkan melalui penyaluran bantuan telur ayam dan bubur kacang hijau bagi balita yang mengalami stunting maupun yang berisiko mengalami stunting.
Bantuan telur tersebut merupakan bagian dari Program Satu Telur Sehari, sebuah program berkelanjutan yang bertujuan mendukung upaya pengentasan stunting di Kabupaten Lembata.
Program ini menyasar 100 balita prastunting dan stunting yang berada dalam wilayah pelayanan Puskesmas Lewoleba, khususnya masyarakat Kelurahan Selandoro dan Kelurahan Lewoleba.
Kedua wilayah tersebut menjadi sasaran penerima bantuan karena lokasinya berdekatan dengan toko pertama Alfamart yang beroperasi di Kabupaten Lembata.
Melalui program tersebut, Alfamart berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus membantu pemerintah daerah memperkuat upaya penanganan stunting.
Selain bantuan bagi balita, perusahaan juga menyalurkan puluhan paket sembako kepada masyarakat prasejahtera sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Rekrut 40 Tenaga Kerja Lokal
Kehadiran Alfamart di Kabupaten Lembata juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
Burhanudin menjelaskan, perusahaan telah merekrut sebanyak 40 tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional toko-toko Alfamart di Lembata.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri daerah agar dapat bekerja dan mengembangkan keterampilan di sektor ritel modern.
“Kehadiran kami di Lembata tidak hanya untuk melebarkan sayap bisnis, tetapi juga merangkul warga setempat untuk menjadi bagian dari keluarga besar Alfamart, yakni sebagai karyawan. Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi kami dalam mengurangi pengangguran,” ujarnya.
Dalam tahap awal operasional, karyawan lokal akan bekerja secara bergiliran atau sistem shifting, dengan didampingi sejumlah tenaga pendukung dari Jawa.
Tenaga pendukung tersebut bertugas memberikan pendampingan dan transfer pengetahuan kepada karyawan lokal, termasuk mengenai sistem operasional, pelayanan konsumen, serta pengelolaan toko.
Pendampingan direncanakan berlangsung selama enam bulan. Setelah masa pendampingan berakhir, tenaga pendukung dari Jawa akan kembali, sementara operasional toko diharapkan semakin mandiri di bawah pengelolaan tenaga kerja lokal yang telah mendapatkan pelatihan.
Skema ini menjadi bagian dari proses peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar mampu mengelola operasional ritel modern secara profesional.
Alfamart Buka Peluang bagi Produk UMKM Lembata
Selain menjalankan program sosial dan merekrut tenaga kerja lokal, Alfamart juga membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lembata.
Hingga saat ini, terdapat delapan produk UMKM lokal yang telah dipersiapkan untuk dipasarkan melalui jaringan toko Alfamart.
Peluang tersebut diharapkan dapat membantu memperluas akses pemasaran produk lokal, meningkatkan daya saing UMKM, serta membuka kesempatan bagi pelaku usaha daerah untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Alfamart juga memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM melalui pembebasan biaya listing fee untuk produk yang memenuhi persyaratan.
Pelaku UMKM yang ingin menjalin kemitraan cukup melengkapi dokumen legalitas usaha dan surat rekomendasi dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) sesuai ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan antara jaringan ritel modern dan pelaku usaha lokal di Kabupaten Lembata.
Dengan demikian, kehadiran Alfamart tidak hanya membuka akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpotensi menjadi saluran pemasaran bagi produk-produk unggulan daerah.
Siapkan Lima Toko di Sejumlah Lokasi
Toko Alfamart Selandoro menjadi gerai pertama yang beroperasi di Kabupaten Lembata. Perusahaan juga telah menyiapkan pengembangan jaringan toko di sejumlah lokasi lainnya.
Setelah pembukaan toko pertama di Selandoro, Alfamart merencanakan kehadiran gerai berikutnya di kawasan Anton Enga, Trans Ile Ape, Lewoleba Timur, Lewoleba, dan Lasitarda.
Berdasarkan keterangan perusahaan, lima toko berikutnya dijadwalkan menggelar grand opening pada 31 Oktober 2026.
Ekspansi tersebut menjadi bagian dari upaya Alfamart memperluas jangkauan layanan ritel modern di Kabupaten Lembata sekaligus meningkatkan peluang ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan pemasaran produk UMKM.
Secara keseluruhan, berdasarkan keterangan perusahaan, penyerapan tenaga kerja lokal untuk operasional Alfamart di Lembata pada periode Oktober hingga Desember 2026 ditargetkan mencapai 40 orang.
Kehadiran jaringan ritel modern ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi daerah, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan UMKM, dan pelaksanaan program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dengan dimulainya operasional Alfamart di Lembata, perusahaan kini memiliki kesempatan untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat.
Di sisi lain, keberlanjutan program sosial, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, serta terbukanya akses pemasaran produk UMKM menjadi aspek penting agar kehadiran investasi ritel modern dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kabupaten Lembata.


















