LIDIK NEWS. COM | MAUMERE – Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK PLN se-NTT) bersama rekanan serta BPBD Kabupaten Sikka Maumere berkolaborasi dalam peduli kasih kemanusiaan memberikan bantuan kepada warga terdampak erupsi ile Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Donasi yang diberikan ini karena rasa cinta dalam nilai kemanusiaan terhadap korban erupsi Gunung api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur pada tanggal 3 November 2024 lalu.
Pantauan media, hingga saat ini lokasi pengungsian terus bertambah dan jumlahnya meningkat di angka ribuan. Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur dalam menangani bencana terus disiapkan.
Sementara itu, pusat vulkanologi dan mitigasi bencana telah menaikan status Gunung api Lewotobi Laki-laki dari level III Siaga ke level II “Awas”, masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan pendakian atau aktivitas lainnya dalam radius 2 Km demi menjaga keselamatan.
Deririnda Setyo Anresnani perwakilan PIKK PLN UPK Flores pada Senin petang (11/11/2024) mengatakan bahwa donasi kemanusiaan dalam peduli kasih erupsi Gunung api Lewotobi Laki-laki dibuka dari tanggal 4-10 November 2024 mencapai Rp 44.042.500.
Sebelumnya pada tanggal 5 November 2024 telah disalurkan donasi pertama di 3 titik lokasi pengungsian yaitu Desa Bokang, Konga dan juga Lewolaga dengan nilai donasi Rp. 9.669.400,00.

“Kami belanjakan semua barang – barang kebutuhan sehari-hari yang diperlukan pengungsi secara spesifik sehingga membantu melengkapi kebutuhan mereka, “ ujarnya.

Harapannya, semoga bantuan yang kami berikan bisa meringankan beban para korban bencana dan bermanfaat untuk keseharian dan semoga bencana ini segera selesai sehingga semua orang bisa kembali beraktivitas seperti semula.

“Ada tiga lokasi penyaluran bantuan tepat di posko Talibura, Hikong dan Kringa. Ia menambahkan, Tim PIKK PLN UPK Flores sebagai pusat pengumpulan donasi, membelanjakan barang donasi, dan juga membantu untuk menyalurkan, “imbuh Deririndra.

Ia menambahkan,dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan identifikasi dan pendataan terhadap fasilitas umum yang mengalami kerusakan dan pihaknya akan memberikan bantuan berkelanjutan seperti rumah baca dan bangunan sekolah demi keberlanjutan dunia pendidikan. ***




















