LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – Dalam acara tatap muka bersama awak media dengan tajuk Relations Taan Tou Transisi Energi Lembata Maju Mandiri Berkelanjutan tepat di Ballroom Olympic Lewoleba. Peneliti Geothermal sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung, M. Ali Ashat kepada wartawan di Lembata Rabu (21/8/2024) menjelaskan dampak positif dari pengembangan Geothermal.

Dijelaskan Ali, listrik geothermal 10 MW cukup untuk melistriki 11.000 rumah tangga dengan asumsi pelanggan rumah tangga 900 VA.

“Dengan asumsi pelanggan rumah tangga 900 VA, maka 10 MW=10.000 KW/900 VA=11.000 rumah tangga,” tandasnya.

Dampak Positif Pengembangan Geothermal juga, lanjut Ali, membuka lapangan kerja bagi masyarakat Lembata.
Kata Ali dosen ITB itu, diperkirakan akan menyerap tenaga kerja lebih dari 600 orang dalam tahap pembangunan (WKP Sokoria kabupaten Ende provinsi NTT) sampai dengan tahun 2019 telah menyerap tenaga kerja sejumlah 608 orang.

“Dampak positif juga yakni mendorong pembangunan infrastruktur, ” tambah ali.
Dirinya menambahkan, beberapa akses jalan menuju lokasi biasanya akan dilakukan perbaikan dan pelebaran.

“Meningkatkan perekonomian. Membuka peluang usaha masyarakat lokal yang berada di sekitarnya,” imbuhnya.
Dampak positif dari Pengembangan Geothermal adalah menambah Nilai tambah pariwisata.
“Tersedianya tenaga listrik akan mendorong pembangunan fasilitas pariwisata seperti perhotelan di sekitar lokasi,” pungkas Ali.***




















