
LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – Yayasan Kesehatan Sejahtera (YKS) menggelar kegiatan temu mitra dalam aksi kolektif inklusi NTT pekerja migran dan HIV- Adis di Kabupaten Lembata, Jumat, (08/12/23). Meningkatnya jumlah kasus HIV-AIDS di Kabupaten Lembata menjadi marak.

Melihat dominan kasus tersebut dalam setiap bulan dan tahun yang kian bertambah Yayasan Kesehatan Sejahtera mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menggelorakan isu dan bahaya penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Lembata.
Seperti aksi yang di lakukan oleh lembaga YKS tersebut adalah dengan cara melakukan tatap muka dan mitra untuk saling sharing soal bahayanya HIV-AIDS yang terjadi pagi tadi di New Anisa Hotel Lewoleba.

Acara yang di hadiri oleh sejumlah masyarakat dan para narasumber tentunya menjadi penting bagi kita semua terhadap bahaya penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Lembata.
Yansen Raring, Salah satu pemateri kepada awak media mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Lembata sedang tidak baik-baik saja.

“Jumlah kasus dalam HIV-AIDS terus meningkat, ini sangat memprihatinkan bagi semua masyarakat, ” ujar Yansen Raring.
Ia melanjutkan, jumlah kasus hingga mencapai 546 kasus dari bulan Januari hingga November 2023 dengan total kasus setiap bulan 3 sampai dengan 5 kasus.

“Kita butuh kerja solutif seperti yang telah di lakukan oleh Yayasan Kesehatan Sejahtera, sehingga dapat membantu pemerintah dalam kasus HIV-AIDS di Kabupaten Lembata, ” tandas Yansen Raring.
Kata Yansen, melanjutkan, dimana saja kita berada saat ini dan kapan saja kita terus membicarakan bahaya penyakit HIV-AIDS sehingga ada rasa ketakutan bagi warga masyarakat kita dengan tidak melakukan tindakan atau penyimpangan seks yang boleh kita anggap fatal dan merugikan diri sendiri.

Dalam forum debat tersebut dari beberapa kelompok yang ada mengusulkan kepada pemerintah agar segera di berantas, di lawan, karena hari ini generasi kita sedang terancam oleh bahaya HIV-AIDS.
Senada, hal ini juga di kampanyekan oleh Fredi Wahon saat menjadi pembicara dalam temu mitra tersebut, ia mengatakan, saat ini Lembata dalam Kecemasan yang dalam dan sangat besar.

“Kita harus omong begini supaya masyarakat musti tau dan takut terhadap bahaya HIV-AIDS di Lembata, ” kata Fredi Wahon.
Hingga saat ini jumlah kasus terus bertambah lalu apa sikap kita dan bagaimana langkah pemerintah untuk menangani kasus yang kian hari kian meningkat.

Ditambahkan Yansen Raring, pemerintah harus melakukan kerja ekstra untuk mengajak seluruh LSM yang ada di Kabupaten Lembata untuk bersama memberantas kasus penyebaran dan penularan HIV-AIDS di Lembata contohnya seperti hari ini bersama YKS di Kota Lewoleba.
“Target kita pada tahun 2030 HIV-AIDS berada pada angka zero itu harus berhasil, paling tidak ada angka penurunan, ” tandasnya.

Di sisi lain, Yansen Raring menuturkan, postur anggaran bagi pemerintah dalam setiap tahun juga meski meningkat karena salah satu langkah pemerintah dalam melakukan sosialisasi dan juga membangun mitra kerja membutuhkan anggaran yang lebih karena penyakit yang satu ini sangat berbahaya apalagi kita berbicara soal nasib generasi anak bangsa negeri ini lebih khusus ada di
wilayah Kabupaten Lembata.




















