
LIDIK NEWS. COM | LEMBATA – Gelaran Turnamen Sepak Bola El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI tahun 2022 di Kabupaten Lembata resmi dibuka oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Penjabat Bupati Lembata Marsianus Jawa. Jumat, 09 September 2022.

Perhelatan Liga tertua sepak bola Asprov PSSI NTT El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXI tahun 2022 ini di Kabupaten Lembata menghipnotis seluruh penjuru dan menghadirkan nuansa-nuansa khas Kabupaten Lembata melalui Pameran dan Expo Budaya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang di mulai pada tanggal 09 September S/d 22 September mendatang.

Kegiatan tersebut bertempat di Lokasi pantai Wulen Luo Harnus jantung kota Lewoleba Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata yang melibatkan partisipasi setiap Instansi Pemerintah, seluruh Pengusaha UMKM, Dharma Wanita dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lembata, menampilkan hasil karya, produk, inovasi serta kesenian dan keterampilan.


Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lembata bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas Lembata turut mengambil bagian dalam Pameran dan Expo Budaya UMKM dengan menampilkan karya dan produk hasil kerja kerajinan tangan Warga Binaan diantaranya berbagai macam tanaman hias, dulang dari bambu, set Kursi dan meja dari bambu, pot bunga dari semen, lemari jualan, gelang tangan dari tali rafia, bingkai foto, bingkai cermin, rosario dan berbagi karya lainnya.


Pada pembukaan Pameran dan Expo Budaya UMKM stan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lembata mendapat kunjungan perdana dari Anggota DPR RI fraksi partai Nasdem Julie Laiskodat selaku Ketua Dekranasda dan Tim Penggerak Pemberdayaan serta Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Nusa Tenggara Timur bersama Penjabat Bupati Lembata Bapak Marsianus Jawa bersama rombongan forkopimda.

Sembari melihat lihat stan Lapas Lembata dengan berbagi Produk UMKM hasil kerajinan tangan warga binaan, Julie Laiskodat menyampaikan beberapa hal sebagai masukan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas dan ketekunan warga binaan Lapas Lembata.

“Tanaman bunga yang dijual dengan kisaran harga di atas 100.000, kiranya dapat dikemas dalam pot yang lebih kecil dengan harga yang lebih terjangkau sehingga lebih meningkatkan daya beli dari pengunjung, ” Ujar Julie Laiskodat.
Ia (Julie) juga sempat memberikan nomor kontak (HP) dan berpesan bahwa pihaknya siap mendukung dengan bersedia memfasilitasi segala bentuk kegiatan pelatihan kerja (instruktur) untuk menunjang pembinaan kemandirian di Lapas Lembata, lanjutnya.
“Terkait ukuran kerajinan tangan berupa Dulang Bambu agar bisa lebih besar sehingga fungsinya lebih banyak, bukan hanya untuk menaruh gelas tapi juga dapat menaruh piring dan motif ukiran bambu harus bisa menampilkan budaya Kabupaten Lembata, ” ungkap Marsianus Jawa.
Dalam waktu yang sama Marsianus Jawa memberikan penawaran agar bisa bekerjasama dengan pihak Dekranasda Kabupaten Lembata, untuk pengadaan pelatihan beserta instruktur yang bersertifikat dalam hal pembuatan tanaman hias (Bonsai), meubeler, pot bunga, dan kerajinan lainnya.
Disisi lain, Disperindag Kabupaten Lembata menawarkan, setelah acara pameran agar pihak Lapas Lembata dapat mendaftarkan WBP untuk mengikuti pelatihan kerja bersertifikasi tentang pembuatan manik-manik dan perhiasan aksesoris berbahan Resin.
Dipantau media ini, adapun produk hasil kerajinan tangan WBP yang telah terjual saat kunjungan Penjabat Bupati dan Anggota DPR RI Julie Laiskodat beserta rombongan berupa 1 set Kursi dan Meja Bambu oleh Marsianus Jawa serta 1 pot Bunga dengan jenis Lumut Ambon.
Diharapkan melalui Pameran dan Expo Budaya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada tahun ini dapat memberikan ide, gagasan serta perhatian khusus pemerintah terhadap pengusaha UMKM khususnya di Kabupaten Lembata sehingga dapat meningkatkan, menumbuhkan dan mengembangkan usaha masyarakat dalam rangka membangun perekonomian masyarakat maupun perekonomian di kabupaten Lembata.*(red)




















